Home DPRD Kota Semarang Fedeer Rute Ungaran-BSB Mijen Dilaunching Tahun Ini

Fedeer Rute Ungaran-BSB Mijen Dilaunching Tahun Ini

815
Plt Kepala BLU Trans Semarang, Hendrix Setyawan

SEMARANG, 13/1 (BeritaJateng.net) – BLU Trans Semarang akan menambah satu fedeer pada 2020. Rencananya feeder ini akan beroperasi sejauh 40 kilometer dari Ungaran hingga BSB Mijen melalui wilayah Gunungpati.

Plt Kepala BLU Trans Semarang, Hendrix Setyawan mengatakan, feeder rute Ungaran-BSB Mijen ini rencananya akan diluncurkan pada Juni 2020 mendatang.

Saat ini armada berupa Elf Long chasis berkapasitas 22 penumpang sudah disiapkan.

Ada 25 armada yang akan beroperasi pada feeder rute Ungaran-BSB Mijen, ditambah 2 armada cadangan.

“Armada sudah. Tinggal titik-titik halte yang sedang kami tentukan,” tutur Hendrix.

Hendrix menambahkan, pihaknya juga tengah mempersiapkan feeder untuk rute Penggaron-Ungaran.

Namun, saat ini rute tersebut masih dalam kajian sehingga belum dapat diluncurkan pada 2020 ini.

“Fedeer Penggaron-Ungaran menempuh sejauh 80 kilometer. Ini jalurnya cukup jauh sehingga sedang kami kaji kembali,” jelasnya.

Sebelumnya, Trans Semarang sudah meluncurkan dua feeder pada akhir tahun 2020 lalu yakni feeder 1 rute PRPP-Ngaliyan dan feeder 2 rute Bangetayu-Kaligawe.

Diharapkan, dengan bertambahnya feeder nanti pelayanan transportasi umum milik pemerintah ini semakin menjangkau jalur kecil yang tidak dapat dilalui armada besar.

Hendrix menyebutkan, penumpang feeder hingga Desember lalu sebanyak 365 penumpang baik di feeder 1 maupun feeder 2.

Menurutnya, jumlah tersebut masih cukup kecil. Karena itu, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi agar masyarakat mengetahui bahwa elf long chasis tersebut merupakan transportasi umum.

“Selama ini penumpang feeder masih kurang karena banyak yang belum tahu. Kami akan terus sosialisasi kepada masyarakat,” katanya.

Di sisi lain, lanjut Hendrix, keberadaan halte atau shelter feeder masih minim. Karena itu, kedepan pihaknya akan menambah shelter untuk rute feeder.

“Shelternya masih minim, jarak antara shelter satu dengan lainnya masih cukup jauh. Sehingga nanti kami akan tambah sehingga lebih memudahkan masyarakat,” imbuhnya.

Sementara, Sekretaris Komisi C DPRD Kota Semarang, Danur Rispriyanto menilai, penambahan rute memang sangat diperlukan untuk menyambungkan seluruh simpul-simpul daerah penyangga menuju pusat kota.

“Kami sangan menyupport adanya penambahan koridor dan feeder. Kami apresiasi karena Trans Semarang sangat respon keinginan masyarakat,” tutur Danur.

Danur menyebut, DPRD menggelontorkan anggaran sekitar Rp 300 miliar untuk operasional dan kesinambungan Trans Semarang kedepannya.

Ia berharap, dana tersebut bisa digunakan semaksimal mungkin untuk menciptakan terobosan agar seluruh wilayah bisa terjangkau transportasi massal milik pemerintah ini. (El)