Home News Update FEB Undip Galang Donasi Korban Asap Lewat Lelang Lagu

FEB Undip Galang Donasi Korban Asap Lewat Lelang Lagu

IMG_20151029_112833

Semarang, 29/10 (BeritaJateng.net) – Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali mengadakan aksi penggalangan donasi untuk para korban asap Palangkaraya di tengah proses wisuda S2 dan S3 periode Oktober di Hotel Santika, Semarang.

Setelah pada Selasa (27/10) lalu melakukan prosesi wisuda S1 dengan membagian kotak-kotak oleh para wisudawan kepada tamu undangan, kali ini penggalangan donasi dilakukan dengan lelang lagu yang dibawakan oleh Prof. Dr. Augusti Tae Ferdinand dan Prof. Drs. Imam Ghozali, serta Dekan dari FEB Undip sendiri, Dr. Suharnomo, M.Si.

Dekan FEB Undip, Dr. Suharnomo, M.Si menyampaikan kepada para wisudawan atas simpati, empati dan kepeduliannya untuk membantu para korban bencana asap sangatlah bermanfaat.

“Semoga ditengah kebahagiaan ini kita tidak menjadi lupa untuk  senantiasa memberikan yang terbaik kepada saudara kita yang dilanda kesusahan. Sehingga menjadi modal kita, tak hanya pintar dalam hal akademik, tetapi juga mempunyai hati nurani,” ujar Suharmono.

Donasi yang berhasil dikumpulkan dari prosesi wisuda periode Oktober ini sekitar Rp 40 juta lebih dan akan didistribusikan melalui Lembaga Kemanusiaan Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) Cabang Semarang.

PKPU sampai hari ini telah melaksanakan aksi, baik di Sumatra dan Kalimantan dengan penerima manfaat 11 ribu jiwa meliputi pembagian masker N95, tabung oksigen, alat penjernih udara dan pemeriksaan kesehatan secara gratis.

Menurut Kepala Cabang PKPU Semarang, M. Miftahul Surur, sudah lebih dari 43 juta jiwa penduduk terpapar oleh asap dan masih membutuhkan pertolongan dan kepedulian dari warga Indonesia.

“Korban karena terpapar asap semakin bertambah, sementara yang kami catat ada 43 juta jiwa dan kemungkinan jumlah penderita yang sebenarnya lebih daripada itu. Karena sebagian masyarakat sakit tidak berobat ke Puskesmas atau rumah sakit. Mereka berobat mandiri sehingga tidak tercatat,” ungkap Surur. (BJT01)