Home Ekbis Fahrer Vision 2019 Edukasi Pengendara BMW

Fahrer Vision 2019 Edukasi Pengendara BMW

26
Fahrer Vision 2019 Edukasi Pengendara BMW

Semarang, 15/9 (BeritaJateng.net) – Masih banyak masyarakat kurang mengetahui tata cara mengemudi dengan baik, benar, dan efisien. Fahrer Vision 2019 oleh BMW menggandeng BMWCCI Semarang Chapter mengedukasi puluhan membernya tata cara mengemudi yang tepat di Astra BMW Semarang.

Gerry Nasution, selaku Sertifite BMW Driver Instructor mengatakan besar kemungkinan kecelakaan terbesar adalah kurangnya pengetahuan orang untuk mengemudikan sebuah mobil, banyak faktor memang untuk meminimalkan kecelakaan. Seperti posisi duduk dengan benar masih banyak orang kurang mengetahui.

Fahrer Vision 2019 ini dapat mengedukasi ke semua pengendara mobil terutama pengguna mobil premium BMW, ini bagian dari satu sekian banyak modul-modul BMW dibawah divisi BMW Driving Experience yang telah ada sejak 43 tahun lalu dan melalui pengembangan secara langsung dari German.

“Banyak materi didalamnya, kita ingin memperdalam pengenalan mobilnya, produk – produknya, teknologinya, hingga bagaimana mengoptimalkan mengendarai mobil BMW,” ungkapnya.

Lanjutnya, untuk mengikuti acara Fahrer Vision ini membutuhkan waktu sekitar dua hari, berbagai macam materi Driving Dinamic, Deffensif Driving, Eco Driving, Technologi, Mesin, dan masih banyak materi lainya yang sangat penting diketahui oleh pengguna BMW. Fahrer Vision 2019 di Semarang ini merupakan yang ke 6 kalinya di Indonesia, yang telah dimulai sejak 2008 di Indonesia.

“Ternyata paling basic selama ini pengendara masih banyak belum mengetahui posisi duduk secara benar dalam mengemudi, faktor kecelakaan terbesar berasal dari pengemudi. Posisi mengemudi masih salah dan sering-sering diabaikan, padahal posisi duduk yang benar adalah kunci yang nomer satu,” terangnya.

Gerry menjelaskan, bahwa cara duduk benar atau salah sangat mempengaruhi kesemuanya saat mengendarai mobil, seperti reaksi, kenyamanan, keamanan ditentukan dari posisi duduk mengemudi. Di BMW hal ini diajarkan, dengan sebutan 5 plus 1 cara dalam posisi duduk mengendarai mobil.

“Pertama atur ketinggian saat duduk agar mendapatkan pandangan yang luas kekaca depan, kedua diatur maju mundur posisi duduk hingga menghasilkan kaki secara nyaman meraih pedal gas dan rem secara baik, nyaman, dan kuat. Ketiga diatur posisi sandar agar menopang tulang belakang secara menyeluruh untuk keselamatan tubuh, kempat harus mengatur kemudi setir naik turun hingga membentuk siku tangan yang sesuai, kelima mengatur head rest full sampai atas kepala untuk melindungi tulang leher dan kepala, dan plus 1 yang sering orang abaikan menggunakan sabuk pengaman untuk menahan tubuh agar tidak terjadi geser saat mengemudi maupun benturan kecelakaan,” tuturnya saat mengisi Fahrer Vision 2019 di Astra BMW Semarang.

Menurutnya, dengan orang mengenal hal tersebut orang akan lebih gampang, lebih cepat, lebih efisien dan yang terpenting lebih aman. Kecelakaan terjadi adalah sebagian besar kesalahan posisi duduk pengendara mobil, mengerem tidak sampai, berbelok tidak nyaman, pandangan terhalangi, saat terjadi kecelakaan pengemudi terlempar.

“Menyetir keseluruhan hampir sama, namun mobil BMW diciptakan roh nya untuk dikendarai, jadi memang didesain untuk Driver Oriented Car. Semua tercenter bagaimana dapat meningkatkan kenyamanan pengemudi, dapat merasakan sensasi mengemudi hingga kelincahan mobil tersebut,” jelasnya.

Sindhu Purnomo, selaku panitia penyelenggara Fahrer Vision 2019 di Astra BMW Semarang meambahkan bahwa kegiatan ini memang ditujukan oleh pecinta dan pengendara mobil BMW untuk memberikan edukasi.

Fahrer Vision 2019 Edukasi Pengendara BMW
Fahrer Vision 2019 Edukasi Pengendara BMW

“Selama dua hari acara ini di gelar mulai teori hingga praktek. Sangat beruntung sekali Semarang dapat menjadi tuan rumah Fahrer Vision 2019, sebab untuk menyelenggarakan acara ini ada spesifikasi yang dipenuhi, seperti jalan perkotaan, pegunungan, hingga adanya jalan tol,” ungkapnya.

 

Lanjutnya, antusias para peserta banyak sekali namun kita hanya membatasi sampai 40 orang saja, dan peserta dari luar kota pun ikut dalam acara ini seperti dari kota Jepara dan Bogor. Acara ini terjalin baik juga bekerjasama dengan berbagai pihak seperti Astra BMW Semarang, Gudang Garam, Bank BJB, MobilOne, POJ Property, Mbok Berek Semarang, Radja Hotel dan AtoZ. (AK/El)