Home Headline Exit Tol Tingkir Salatiga Segera Dilebarkan

Exit Tol Tingkir Salatiga Segera Dilebarkan

32
0

SEMARANG, 28/9 (BeritaJateng.net) – Jalan Tol Semarang – Salatiga khususnya ruas Bawen – Salatiga saat ini hanya bisa di lalui oleh kendaraan kecil dan belum bisa dilalui bus dan truk. Hal ini disebabkan Jalan Raya Tingkir sebagai exit tol menuju Jalan Fatmawati hanya memiliki lebar 6 meter, sehingga rawan terjadi kemacetan.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pengelola jalan tol Semarang-Salatiga PT trans Marga Jateng (TMJ) bersama Pemkot Salatiga akan segera mengerjakan pelebaran Jalan Raya Tingkir dari 6 meter menjadi 11 meter.

Direktur Teknik PT Trans Marga Jateng Ali Zaenal Abidin mengemukakan, pelaksanaan pelebaran jalan exit tol Tingkir akan dikerjakan secepatnya setelah segala persiapan dan perencanaannya selesai dilaksanakan.

“Pengadaan tanahnya menjadi tanggung jawab Pemkot sedang pengerjaannya oleh kami,” ungkapnya disela sela kunjungan Pimpinan DPRD Jateng bersama Komisi C dan D, Kamis (29/9).

Sementara itu Ketua DPRD jateng Rukma Setyabudi mengungkapkan, merespon keluhan masyarakat tentang seringnya terjadi kemacetan di exit tol Tingkir, jajaran DPRD jawa Tengah mendorong agar pembangunan pelebaran jalan raya Tingkir yang menjadi pintu keluar tol di Tingkir ini bisa segera dilakukan.

“DPRD jateng mendorong agar rencana pelebaran jalan dari 6 meter menjadi 11 meter segera dilakukan sehingga akses ke Kota Salatiga aman semakin lancar,” katanya

Rukma menambahkan, keberadaan jalan tol diperlukan untuk mengurangi kemacetan di jalan raya Semarang-Solo. Tahun depan, ruas tol Salatiga-Kartasura diharapkan sudah bisa dioperasionalkan. Tahapan pembangunan jalan tol ruas Salatiga-Boyolali saat ini mencapai 27 persen dan pengadaan lahannya sudah 99 persen.

Ketua Komisi D DPRD Jateng Alwin Basri berharap target penyelesaian ruas tol Bawen-Kartasura pada tahun depan bisa terlaksana. Dia juga menyoroti sosialisasi sistemn pembayaran di gerbang tol yang dinilai kurang.

“Sistem pembayaran dengan e tol dan mengambil kartu harus terus disosialisasikan karena banyak masyarakat yang belum paham,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Komisi C DPRD Jateng Asfirla Harisanto mengatakan saat ini pengelolaan jalan tol oleh PT TMJ belum bisa memberikan deviden ke kas daerah, karena saat ini masih konsentrasi untuk membayar pinjaman dari sindikasi perbankan.

“Keuntungan jalan tol baru bisa dinikmati 20 tahun ke depan. Itu pun dengan catatan trafficnya sesuai yang diharapkan,” paparnya.

(NK)