Home Lintas Jateng Empat Tower SUTT Roboh

Empat Tower SUTT Roboh

Tower roboh
Tower roboh
Tower roboh

Jepara, 9/5 (BeritaJateng.net) – Empat tower saluran udara tegangan tinggi (SUTT) yang melintas di Kecamatan Batealit roboh pada Sabtu (8/5) sekitar pukul 00.30 dinihari. Penyebab robohnya tower yang didirikan pada 2011 lalu itu belum diketahui secara pasti.

Jalil (58), warga RT 02 RW 01 Desa Batealit menjelaskan, robohnya tower tersebut ditandai dengan padamnya aliran listrik di desa Batealit dan sekitarnya. Ditambah lagi suara ranting pohon yang patah serta suara gemuruh yang dihasilkan dari robohnya tiang dengan tinggi sekitar 60 meter itu.

“Bersamaan dengan padamnya listrik pada tengah malam itu, saya juga mendengar suara seperti pohon yang roboh. Warga mengetahui jika tower roboh saat ada kabel SUTT yang melintang di jalan utama Kecamatan Batealit,” ungkapnya.

Dia menyampaikan, warga yang mengetahui jika ada kabel yang melintang di jalan tersebut kemudian mencari penyebabnya. Akhirnya warga mengetahui jika tower SUTT ke-128 yang berdiri di salah satu lahan milik warga Des Batealit roboh.

“Pagi harinya kami juga mendapatkan informasi jika satu tower lainnya di Desa Batealit, serta dua tower di Desa Sumosari juga roboh,” urainya.

Warga menduga, robohnya tower SUTT tersebut diakibatkan oleh konstruksi yang kurang kuat. Pasalnya, saat kejadian kondisi cuaca baik. Selain itu, berdasarkan pengecekan yang dilakukan warga di tower ke-128 itu, tidak didapati bekas pemotongan paksa ataupun baut yang hilang.

“Malam itu cuaca cerah. Tidak ada angin yang berhembus kuat. Kami menduga jika salah satu tower konstruksinya kurang kuat sehingga roboh dan menarik tiga tower lainnya. Akibatnya, tiga tower lainnya ikut roboh,” ujarnya.

Selain itu, kedua tower yang terletak di Desa Batealit berada pada titik tikungan dari jaringan yang menghubungkan sumber energi listrik dari Unit 3 dan 4 di PLTU Tanjungjati B dengan dengan tower saluran SUTT 150 Kv Ungaran – Pedan.

Berdasarkan pantauan di area robohnya keempat tower tersebut, peristiwa itu tidak menyebabkan infrastruktur desa maupun rumah warga yang mengalami kerusakan. Sebab lokasi tower terletak di ladang warga. Hanya saja, aktivitas warga di ladang itu sedikit terganggu.

Selain itu, kabel transmisi SUTT yang sudah terpasang dan belum teraliri arus listrik tersebut tergeletak sekitar dua kilometer. Salah satu bagiannya melintang di jalan utama Kecamatan Batealit.

Sampai saat ini, belum ada tindakan dari penanggungjawab proyek itu. PLN Cabang Jepara yang berada di lokasi hanya berusaha untuk memperbaiki arus listrik yang padam. Adapun penyebab robohnya tower itu masih diteliti oleh Unit Identifikasi Polres Jepara.(Bj18)

Advertisements