Home Hukum dan Kriminal Empat Pengedar Shabu Diamankan Satresnarkoba Polres Jepara

Empat Pengedar Shabu Diamankan Satresnarkoba Polres Jepara

Empat tersangka kasus narkotika jenis Shabu berhasil tertangkap Satres Narkoba Polres Jepara.
Empat tersangka kasus narkotika jenis Shabu berhasil tertangkap Satres Narkoba Polres Jepara.

Jepara, 18/6 (BeritaJateng.net) – Satresnarkoba Polres Jepara kembali mengamankan empat pengedar sabu-sabu di wilayah hukum Polres Jepara. Empat tersangka ini ditangkap dari dua lokasi berbed.

Tiga tersangka diamankan di Desa Bawu Kecamatan Batealit, sedangkan satu tersangka diamankan di Jalan Pemuda turut Kelurahan Potroyudan Kecamatan Kota. Empat tersangka masing-masing Abdul Latif alias Lingsang (34), Asrul Fauzi (29), Muhamad Rif’an (25) ketiganya warga Desa Bawu Kecamatan Batealit. satu tersangka lain yakni Nur Fuadi (36) warga RT 4 RW 1 Desa Banjaran Kecamatan Bangsri.

Kasat Narkoba Polres Jepara AKP. Mahendra menyatakan, semua pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat. Tiga tersangka diamankan di rumah tersangka Asrul Fauzi di Desa Bawu pada 1 juni 2015 yang lalu sekitar pukul 23.00 WIB. Ketiganya sedang akan mengkonsumsi sabu-sabu sebelum diamankan oleh polisi.

“Berdasarkan informasi yang masuk kita tindak lanjuti ke lokasi dan kita dapati ketiga tersangka ini dan satu paket sabu-sabu seberat 0,3 gram,” ujar Mehendra saat gelar perkara, Rabu (17/6).

Berdasarkan pengakuan dari tersangka, lanjut Mahendra, barang haram itu didapatkan dari Roni yang berada di Papua. “Tersangka Abdul Latif juga sudah cukup lama bergelut di peredaran barang haram ini,” katanya.

Sementara itu, tersangka Nur Fuadi diamankan pada 3 Juni yang lalu saat berada di Jalan Pemuda Jepara. Setelah menindaklanjuti informasi yang masuk didapati seseorang yang mencurigakan menggunakan sepeda motor, setelah digeledah didapati satu paket sabu-sabu seberat 0.5 gram.

“Kita mendapati Shabu digenggaman tangan kanan tersangka, sehingga langsung kita amankan ke mapolres,” ujarnya.

Tersangka Fuadi ini, kata Mahendra, mendapatkan barang itu dari Syamsudin melalui transfer di bank. Pengakuannya barang itu dibeli seharga Rp 700 ribu.

“Antara pelaku dengan bandarnya memang tidak saling mengenal, karena sekarang ini transaksisnya menggunakan sistem alamat. Yakni barang dikirimkan di lokasi tertentu dan tinggal diambil, sementara uangnya ditransfer di bank,” jelasnya.

Dari pelaku narkoba yang diamankan ini, lanjut Mahendra, merupakan kalangan pekerja yang membutuhkan tenaga yang selalu memiliki vitalitas tinggi, diantaranya seorang sopir.

“Ada pemahaman yang salah diantara mereka yakni mengkonsumi narkoba sebagai obat kuat atau doping. Untuk sopir biar bisa terus terjaga sedangkan untuk pekerja biasanya digunakan untuk aktifitas lembur. Hal ini yang perlu kita luruskan bahwa sebenarnya narkoba merusak mereka,” tandasnya.(Bj18)