Home Headline Empat Pembunuhan di Semarang Belum Terungkap

Empat Pembunuhan di Semarang Belum Terungkap

Ilustrasi

Semarang 21/1 (beritajateng.net) – Hingga Januari 2015, Polrestabes semarang setidaknya punya PR besar yakni mengungkap empat kasus pembunuhan.

Empat kasus pembunuhan yang belum terungkap antara lain pembunuhan terhadap Soleh (35), yang ditemukan tewas di depan rumahnya di gang Garuda, Kebonharjo, Semarang Utara.

Soleh tewas ditembak tembak seorang pria yang mengenakan jaket warna hitam, tas ransel dan helm pada Kamis (10/10) 2013.

Kemudian pembunuhan yang menimpa Dian Dwi Puryani (30), ibu muda yang ditemukan tewas di kawasan bekas kebun binatang Tinjomoyo, Gunungpati.

Korban tewas dalam kondisi terlentang dan mulutnya tersumpal celana dalam serta leher terikat bra pada Selasa (11/11/2014) sekira pukul 17.00 WIB.

Kasus pembunuhan lain menimpa seorang nenek bernama Rahmawati Sarwodadi alias Tan Tjoe Nio (86),  ia ditemukan tewas berlumuran darah di rumahnya di Jalan Kentangan Tengah RT 3 RW 5, Jagalan, Semarang Tengah, Sabtu (27/12/2014) sekira pukul 06.30 WIB.

Dan yang terbaru adalah pembunuhan yang menimpa Dahri (40), yang ditemukan tewas bersimbah darah di
depan Ruko Jalan Setiabudi,Banyumanik, Semarang, pada Minggu (18/1/2015) sekira pukul 06.00 WIB

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono mengatakan pihaknya akan
akan terus mengembangkan kasus pembunuhan yang belum terungkap. Semua kasus menjadi prioritas apalagi kasus menonjol.

“Justru kasus yang belum terungkap menjadi perhatian kami dan menjadi
prioritas untuk segera diungkap,” ungkapnya.

Namun demikian lanjut Djihartono, untuk mengungkap kasus dibutuhkan kejelian dan proses penyelidikan yang membutuhkan waktu.

“Semua butuh proses. Sampai saat ini proses masih berjalan,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, anggota Kompolnas, Hamidah Abdurrachman mengungkapkan, menumpuknya kasus pembunuhan tersebut perlu dievaluasi, dalam hal ini kinerja
jajaran Polrestabes Semarang.

“Polisi perlu kerja lebih keras lagi, apa yang belum berjalan perlu ditelusuri, apa yang jadi hambatan
polisi sehingga belum mampu mengungkap sebuah kasus, hingga kemudian ditemukan solusi,” katanya.

Sementara Kriminolog Universitas Diponegoro Budi Wicaksono mengatakan, kasus pembunuhan yang belum terungkap justru menjadi pekerjaan rumah kepolisian dan tidak boleh disepelekan.

“Pengungkapan dan penangkapan pelaku tindak pidana itu merupakan
penegasan bahwa hukum ditegakkan. Jika tidak bisa terungkap pelakunya
jadi bahan opini masyarakat akan bermunculan,” pungkasnya. (BJ04)