Home Ekbis Elpiji 3 Kg Langka, Polres Blora Sisir Sejumlah Restoran

Elpiji 3 Kg Langka, Polres Blora Sisir Sejumlah Restoran

407
0
Elpiji 3 Kg Langka, Polres Blora Sisir Sejumlah Restoran
           BLORA, 2/1 (BeritaJateng.net) – Menyikapi banyaknya aduan mengenai kelangkaan gas Elpiji ukuran 3 kg, kepolisian resort Blora menggelar operasi di sejumlah restoran siap saji Selasa (2/1/2018). Dari hasil operasi tersebut petugas tidak menemukan adanya pelanggaran dari restoran tersebut.
           Kepala kepolisian resort Blora, AKBP Saptono mengatakan bahwa gas tersebut hanya untuk masyarakat berpenghasilan Rp 1 juta ke bawah. Sehingga yang punya penghasilan di atas itu harus menggunakan gas 12 kilogram yang non subsidi. Oleh sebab itu kalangan usaha besar dan mapan menurutnya tidak dibolehkan untuk menggunakannya.
           “Sejak akhir-akhir ini untuk stok gas subsidi 3 kg, sering terjadi kelangkaan. Termasuk di Kabupaten Blora, dari laporan pemberitaan hampir seluruh wilayah di kota lain mengalami masalah ini,” kata AKBP Saptono.
          Bukan cuma langka, harga barang bersubsidi ini juga didapati dengan mahal oleh masyarakat miskin. Barang bersubsidi dengan harga eceran Rp 20.000 per tabung di Blora tersebut mengalami kelangkaan. Sehingga petugas harus melakukan operasi restoran sebagai langkah mencegah adanya penyelewengan tabung gas elpiji melon.
Elpiji 3 Kg Langka, Polres Blora Sisir Sejumlah Restoran

Beberapa restoran yang dioperasi yakni, Ayam Geprek, Serba Sambal, Mak Gogok, Salsabila, Kurma Resto, Manggala Resto, Quick Ciken, Ayam Kalkun, beberapa rumah makan Padang dan lain sebagainya.

          Dari hasil operasi tersebut tidak ditemukan adanya pengusaha rumah makan menggunkan tabung gas bersubsidi 3 kilogram. Semua menggunkan tabung gas non subsidi, karena para pengusaha ternyata sudah mengerti aturan bahwa untuk usaha tidak diperbolehkan menggunkan gas subsidi 3 kilogram.
          “Restoran saya dari pertama buka sampai saat ini tidak menggunakan gas 3 kilogram, karena saya tahu bukan peruntukannya,” ujar Bagus Efendi pemilik restoran Ayam Geprek, Blora.
           Polres Blora menghimbau bagi para pengusaha restoran atau rumah makan yang beromset besar di atas Rp. 1 juta perhari untuk tidak menggunakan tabung gas subsidi 3 kilogram. Apabila ditemui hal tersebut petugas tidak segan-segan bertindak tegas dengan melakukan penyitaan dan memberikan sanksi.
(MN/El)