Home Hukum dan Kriminal Eksekusi Mati tidak Pengaruhi Hubungan Bilateral

Eksekusi Mati tidak Pengaruhi Hubungan Bilateral

eksekusi mati 1

Jember, 24/1 (BeritaJateng.net) – Pengamat hubungan internasional Universitas Jember Honest Doddy Molasy MA mengatakan eksekusi mati terhadap terpidana mati narkoba tidak akan memengaruhi hubungan bilateral kedua negara.

“Warga negara asing yang melakukan kejahatan di sebuah negara akan diproses sesuai dengan hukum negara yang berlaku. Kalau WNA melakukan pelanggaran di Indonesia, maka hukum Indonesia yang berlaku,” tuturnya di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu.

Menurut dia, pemerintah sudah seharusnya bertindak tegas terhadap bandar dan kurir narkoba karena selama ini Indonesia menjadi sasaran empuk bagi gembong narkoba dalam mengedarkan barang haram itu.

“Setiap negara punya kedaulatan masing-masing, termasuk keputusan untuk hukuman bagi warga asing yang melanggar ketentuan, sehingga mereka harus menghargai keputusan Indonesia,” papar lulusan S-2 Victoria University Australia itu.

Ia mengatakan pemerintah tidak perlu takut dalam melaksanakan hukuman mati untuk terpidana mati narkoba berikutnya, karena penarikan mundur Duta Besar Brazil dan Belanda merupakan respons pemerintah Brazil atau Belanda terhadap tuntutan publik di dalam negerinya.

“Penarikan dubes itu tidak akan memengaruhi hubungan bilateral, baik Indonesia dengan Brazil maupun Indonesia dengan Belanda karena dalam konteks hubungan internasional, setiap negara cenderung menjaga hubungan bilateral dengan negara lain,” ucapnya.

Untuk terpidana mati “Bali Nine” dari Australia, lanjut dia, pemerintah juga harus tetap melakukan eksekusi mati, meskipun pemerintah Australia mendesak pemerintah untuk membatalkan hukuman mati atas dua terpidana narkoba asal Australia itu.

“Hubungan bilateral Australia dengan Indonesia mungkin sedikit berpengaruh, namun hanya jangka pendek dan hubungan diprediksi akan membaik kembali karena Indonesia memiliki peran strategis bagi Australia,” paparnya.

Honest menilai langkah yang diambil Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berkomitmen menindak tegas pengedar narkotika akan menimbulkan efek jera bagi warga asing yang akan mengedarkan narkoba di Indonesia.

“Para bandar dan kurir narkoba akan pikir-pikir melakukan transaksi narkoba di Indonesia karena eksekusi mati itu, sehingga kebijakan itu akan mempersempit ruang gerak jaringan narkoba internasional,” katanya.

Sebelumnya, telah dilakukan eksekusi mati terhadap warga negara Brazil dan Belanda yang terlibat peredaran narkoba, kemudian berimbas ditariknya dubes kedua negara itu dari Indonesia, meski ada informasi bahwa hal itu hanya pemanggilan dan bukan penarikan.

Sementara terpidana mati lainnya bernama Myuran Sukumaran (33) dan Andrew Chan (31) dari Australia juga akan dieksekusi mati, namun Perdana Menteri Australia Tony Abbott meminta pemerintah membatalkan eksekusi mati itu. (ant/BJ)