Home Ekbis Ekonomi Jateng Terpuruk, Triwulan III Diprediksi Perekonomian Kembali Membaik

Ekonomi Jateng Terpuruk, Triwulan III Diprediksi Perekonomian Kembali Membaik

bi

Semarang, 27/8 (BeritaJateng.net) – Sejalan dengan perkembangan perekonomian nasional, pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Tengah pada triwulan II 2015 melambat dibandingkan triwulan sebelumnya. Ekonomi Jawa Tengah tumbuh sebesar 4,8 persen pada triwulan laporan, setelah tumbuh sebesar 5,5 persen di triwulan lalu.

Meskipun melambat cukup dalam, namun pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah masih tumbuh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Perlambatan ekonomi ini juga tercermin dari kegiatan sistem pembayaran yang diselenggarakan oleh KPw BI Provinsi maupun kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Direktur Eksekutif Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jateng, Iskandar Simorangkir mengatakan posisi inflow dan transaksi kliring pun tercatat tumbuh melambat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.

“Dari sisi pengeluaran, perlambatan ekonomi terutama bersumber dari investasi dan ekspor,” katanya.

Bersamaan dengan perlambatan tersebut, pertumbuhan konsumsi juga mengalami hal serupa, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun pemerintah. Sedangkan dari sisi lapangan usaha, perlambatan terutama disumbang oleh sektor industri pengolahan, serta sektor perdagangan besar-eceran dan reparasi mobil-sepeda motor yang merupakan sektor penopang ekonomi Jawa Tengah.

Namun, lanjutnya, sektor pertanian yang merupakan sektor kedua terbesar di Jawa Tengah, masih mampu mencatatkan kinerja baik.

“Pertumbuhan pada sektor ini meningkat tajam dengan adanya panen raya di triwulan laporan dan mampu menahan lebih dalamnya perlambatan ekonomi Jawa Tengah,” ungkapnya.

Apresiasi nilai Dolar AS merupakan salah satu faktor penyebab perlambatan perekonomian daerah, terutama melalui sektor industri pengolahan sebagai sektor utama Jawa Tengah. Mengingat karakteristik industri pengolahan Jawa Tengah dengan kandungan bahan baku impor tinggi, apresiasi nilai Dolar AS menahan kinerja sektor tersebut akibat kenaikan biaya bahan baku.

Sementara itu, perekonomian global yang masih diliputi ketidakpastian turut memengaruhi permintaan global sehingga menahan perbaikan ekspor luar negeri. Melihat perkembangan kondisi terkini, KPw BI Provinsi Jawa Tengah optimis pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah akan meningkat di triwulan selanjutnya.

Faktor pendukung pertumbuhan tersebut yaitu peningkatan konsumsi masyarakat pada musim Lebaran. Pemerintah diperkirakan juga akan mendorong perekonomian melalui peningkatan konsumsi maupun investasi.

Sementara itu, konsumsi Lembaga Non Profit Penunjang Rumah Tangga (LNPRT) diperkirakan akan mengalami akselerasi menjelang pilkada serentak di akhir tahun. Kinerja perekonomian sisi sektoral diperkirakan didukung oleh peningkatan sektor perdagangan dan sektor konstruksi sejalan dengan peningkatan konsumsi dan pembangunan pada triwulan III 2015.

Dengan pencapaian kinerja ekonomi triwulan III tersebut, perekonomian Jawa Tengah pada keseluruhan tahun 2015 diperkirakan mengalami pertumbuhan pada kisaran 5,2% – 5,6% (yoy).

Meskipun demikian, terdapat beberapa risiko yang perlu dicermati agar pencapaian pertumbuhan sesuai dengan perkiraan. Risiko tersebut terutama berasal dari faktor eksternal yaitu perkembangan ekonomi negara tujuan ekspor, serta dampak lanjutan dari devaluasi Yuan. Sedangkan risiko dari faktor internal berupa risiko puso dan kemarau panjang sebagai dampak El Nino. (Bj)