Home Ekbis Ekonom Nilai PMN ke Mandiri Sudah Tepat

Ekonom Nilai PMN ke Mandiri Sudah Tepat

image
Ilustrasi

Jakarta, 5/2 (Beritajateng.net) – Ekonom Management and Economics Development Studies (Mecode Studies) Augustinus Mangasa Sipahutar menilai rencana penyertaan modal negara (PMN) ke PT Bank Mandiri Tbk sudah tepat karena bertujuan untuk memperkuat ekspansi kredit bank plat merah tersebut.

“Menurut saya, nggak ada masalah PMN khusus Mandiri. Bukan karena sakit, tapi PMN kan untuk ekspansi usaha. Itu kan bagus,” ujar Mangasa di Jakarta, Kamis.

Menurut Mangasa, PMN untuk Bank Mandiri sebetulnya diberikan ketika kinerja Bank Mandiri sehat agar bisa ekspansi kredit, termasuk ekspansi ke luar negeri.

“PMN ke Bank Mandiri tidak ada salahnya, karena indikator finansialnya bagus. Rasio-rasio keuangan dari BI pun terpenuhi. Ini kesempatan bagi DPR dan pemerintah untuk kembangkan bank BUMN,” kata Mangasa.

Berdasarkan data Bank Indonesia, kepemilikan saham pemerintah di Bank Mandiri tinggal menyisakan porsi 60 persen. Jika Bank Mandiri disuruh mencari tambahan modal sendiri melalui pasar modal, tanpa ada partisipasi negara, kepemilikan saham pemerintah justru akan semakin menyusut di bawah 51 persen.

Jika DPR dan pemerintah tak mendukung bank BUMN memperkuat permodalannya, peranan bank BUMN akan semakin menyusut terlindas oleh bank-bank asing.

Data Bloomberg menunjukkan, per Desember 2013 pangsa pasar aset bank BUMN menyusut tinggal 36,7 persen dari 49,4 persen pada 1999. Di sisi lain, aset bank asing joint venture maupun bank swasta nasional yang dimiliki asing naik dari 11,6 persen menjadi 36,5 persen.

Pangsa pasar kredit bank BUMN juga menyusut dari 53,2 persen menjadi 36,6 persen, sedangkan pangsa pasar bank asing, joint venture maupun bank umum swasta nasional yang dimiliki asing naik tajam dari 20,3 persen menjadi 35,1 persen.

Penetrasi bank asing juga terlihat dari dominasi cabang bank-bank asing yang beroperasi di Indonesia. Kantor cabang bank asing mencapai 43,4 persen dari total cabang bank-bank beroperasi di Indonesia.

Dari total cabang bank yang ada di Indonesia sebanyak 17.326 cabang, yang dimiliki bank nasional mencapai 9.344 cabang. Total cabang yang dimiliki foreign bank ultimate shareholder mencapai 7.522. Bank yang termasuk foreign bank ultimate shareholder adalah CIMB Niaga, Permata, Panin, Danamon, BII, Ekonomi, Hana, Bank Woori Saudara, ICB Bumiputera, ICBC, QNB Kesawan, Mayapada, BNP Parahyangan, OCBC NISP, State Bank of India, Bank UOB Buana, BTPN.

Total dari foreign bank ultimate shareholder, joint venture bank dan foriegn bank yang mulai mendominasi hingga mencapai 43,4 persen dari total cabangatau sebanyak 7.982 cabang di Indonesia.(ant/Bj02)