Home Headline Edarkan Sabu 110 Gram, Teknisi Handphone Terancam Hukuman Mati  

Edarkan Sabu 110 Gram, Teknisi Handphone Terancam Hukuman Mati  

134
0
Edarkan Sabu 110 Gram, Teknisi Handphone Terancam Hukuman Mati  
            Semarang, 23/8 (BeritaJateng.net) – Badan Narkotika Nasional Propinsi Jawa Tengah Berhasil mengamankan seorang pengedar sabu. Tersangka bernama Yayan Areian (30) warga Desa Troso, Pecangaan, Kabupaten Jepara ditangkap saat sedang mengambil dua buah paket sabu yang disimpan di bawah pohon palem tak jauh dari rumahnya, di depan mini market Pecangaan, Jepara pada Sabtu (19/8) sekira pukul 17.30 WIB.
            Kepala BNNP Jateng, Brigjen Tri Agus Heru Prasetyo menjelaskan, tersangka merupakan target operasi. Dari tangan tersangka  petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 6 paket sabu dengan total mencapai 100 gram dan timbangan elektonik.
            “Dari penangkapan tersebut petugas melakukan pengembangan dan melakukan penggeledahan di rumah tersangka, petugas mendapati sejumlah barang bukti satu paket besar sabu dan enam paket kecil narkotika jenis sabu dengan berat total mencapai 100 gram, hanphone dan satu timbangan elektronik,” ujarnya saat gelar perkara di Kantor BNNP Jateng, Rabu (23/8) Siang.
             Dihadapan petugas tersangka Yayan yang kesehariannya sebagai teknisi handphone mengaku telah dua bulan mengedarkan sabu hingga 110 gram. Untuk sabu, tersangka mendapatkan dari seseorang dari Aceh dan Jakarta.
Yayan, pengedar narkoba yang dibekuk aparat di Jepara
Yayan, pengedar narkoba yang dibekuk aparat di Jepara

“Saya baru dua bulan melakukan transaksi dan sudah mengedarkan sebanyak 110 gram sabu. Untuk satu gramnya saya jual Rp 1,2 juta,” kata Yayan.

            Atas perbuatannya tersangka di jerat pasal 114 ayat 2 subsider 112 ayat 2, Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal mati.
             Maraknya peredaran gelap narkotika saat ini tidak hanya di wilayah kota besar, namun sudah merambah ke kota-kota kecil pinggiran di wilayah Jawa Tengah seperti Jepara, Pati, Blora dan Rembang. Guna mengantisipasi Peredaran di Wilayah Pinggiran Jawa Tengah BNNP akan lebih memperketat pengawasan. (NH/EL)