Home Headline Edarkan Narkotika, Penjual Mainan Anak Ditangkap Polisi

Edarkan Narkotika, Penjual Mainan Anak Ditangkap Polisi

171
0
Edarkan Narkotika, Penjual Mainan Anak Ditangkap Polisi
         Semarang, 16/1 (BeritaJateng.net) – Aparat Polrestabes Semarang berhasil mengamankan seorang pengedar narkotika jenis sabu dan ekstasi. Pelaku bernama Ari Setiyawan (33) warga Warga Sawah Besar, Gayamsari, kesehariannya berjualan mainan anak-anak, diciduk saat hendak bertransaksi di kawasan Lamper Kidul, Kota Semarang Jumat (12/1).
         Seorang penjual mainan bernama Ari Setiyawan, ditangkap Satuan Reserse Narkotika dan Obat Berbahaya Polrestabes Semarang. Warga Sawah Besar, Gayamsari itu diciduk karena ketahuan mengedarkan ekstasi dan sabu-sabu.
         Dari tangan pelaku petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 200 butir pil ekstasi dan 8 gram sabu-sabu dalam paket siap edar.
          Kapolrestabes Semarang Kombes Abiyoso Seno Aji mengatakan, jajarannya menangkap pelaku yang memang sudah masuk dalam target operasi. “Pelaku kami pantau gerak-geriknya sampai saat dia ditangkap saat hendak bertransaksi di Lamper Kidul,” ungkapnya saat ekspose penangkapan kasus narkoba di Mapolrestabes Semarang, Senin (15/1).
         Saat ditangkap, petugas berhasil menemukan satu paket sabu-sabu seberat satu gram di saku celana pelaku. Dari temuan tersebut, petugas  pengembangan dengan mendatangi rumah kos pelaku yang berada di daerah Gayamsari.
           “Saat digeledah, petugas menemukan 200 butir pil ekstasi dan 7 gram sabu-sabu yang seluruhnya sudah dikemas dalam paket siap edar,” ujarnya.
           Pelaku mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang berinisial Y yang telah dikenalnya selama enam bulan terakhir. Pria itu dikenal Ari saat dirinya berjualan di Simpang Lima.
           “Pelaku ini dikendalikan oleh Y melalui handphone. Prosesnya dari mengambil barang kemudian diracik per paket hingga diletakkan di sutau tempat untuk diambil pemesannya,” tambahnya
         Dihadapan Petugas Pelaku Ari mengaku baru pertama kali menjalankan bisnis terlarang. Dirinya mendapatkan imbalan uang sebanyak Rp 2 juta sebagai jasanya mengedarkan ratusan butir pil ekstasi dan puluhan gram sabu-sabu. Dalam mengantarkan barang ary dipandu langsung oleh seseorang berinisial Y.
          “Melalui handphone, saya diminta ambil barang di tempat sampah di Jalan dr. Cipto. Terus saya disuruh meracik dan mengemas ke dalam bentuk paket,” ujarnya.
          Sesuai perintah Y, Ari diminta untuk meletakkan barang pesanan itu di suatu wilayah tertentu. Untuk memudahkan Y mencari paket kiriman itu, pelaku biasanya memberi sebuah tanda di lokasi pengiriman.
         “Saya tanam di dalam tanah, terus di atasnya saya kasih potongan asbes untuk tanda,” lanjutnya.
         Meski berdalih baru pertama kali menjalankan bisnis terlarang tersebut, Kasat Reserse Narkotika dan Obat Berbahaya Polrestabes Semarang AKBP Sidiq Hanafi mengungkapkan bahwa, pelaku sebelumnya telah berhasil menjual ekstasi sebanyak 168 butir dan sabu-sabu seberat 17 gram.
         “Yang kami sita adalah barang bukti sisanya yang belum sempat terjual. Pelaku mengaku kalau pesanan paling banyak di daerah Lamper dan Semarang Tengah” jelasnya.
           Terkait Y, lanjut Sidiq, petugas hingga kini masih terus melakukan pengejaran terhadap sosok pemasok narkoba yang jumlahnya terbilang cukup besar itu.
          Atas perbuatannya, Ari terancam dijerat Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup. (Nh/El)