Home Ekbis E-Retribusi, Solusi Menghimpun Retribusi dari Pedagang Di Pasar Semarang

E-Retribusi, Solusi Menghimpun Retribusi dari Pedagang Di Pasar Semarang

146
0
E-Retribusi, Solusi Menghimpun Retribusi dari Pedagang Di Pasar Semarang.
       Semarang, 4/6 (BeritaJateng.net)  – Dinas Perdagangan Kota Semarang menerapkan solusi transaksi pembayaran retribusi pasar dan jasa pelayanan secara elektronik dan Digital (E-Retribusi) menggunakan Kartu Debit Generik Semarang Hebat Combo (Tabungan dan Tapcash). Dengan hadirnya solusi ini diharapkan menjadi solusi bagi pemerintah daerah saat menghimpun iuran atau retribusi dari warganya yang bermata pencaharian utama di pasar-pasar tradisional.
        Hambatan yang sering ditemui, seperti proses collecting yang lama hingga pengelolaan retribusi pasar yang masih bersifat manual. Hal ini menyebabkan minimnya kontrol atas sumber-sumber pendapatan asli daerah.
         Kondisi tersebut dapat menyebabkan potensi kebocoran dana retribusi yang tinggi. Melalui E-Retribusi, BNI memberikan kemudahan bagi masyarakat wajib retribusi, seperti pedagang pasar dalam memenuhi kewajibannya. Selain itu, memberikan kepastian pada penerimaan daerah.
        Kolaborasi antara BNI dan Dinas Perdagangan Kota Semarang ini turut mendukung Kota Semarang menjadi salah satu smart city di Indonesia. Smart city sendiri merupakan konsep kota cerdas yang dirancang demi membantu berbagai hal kegiatan masyarakat.
       Khususnya dalam upaya mengelola sumber daya yang ada dengan efisien serta memberi kemudahan mengakses informasi bagi masyarakat. Diharapkan kerja sama seperti ini bisa menjadi contoh model pengembangan kota di Indonesia yang didukung oleh BNI dengan berbasis pada teknologi informasi.
        Pembayaran Retribusi dilakukan  dengan menggunakan Kartu Debit Generik  Semarang Hebat Combo, yang didalamnya ada 2 (Dua) wallet yaitu sebagai Tabungan dan tapcash, adapun Tapcash adalah kartu uang elektronik yang bisa digunakan untuk membayar retribusi pasar, membayar tiket BRT, membayar tiket tol dsbnya, dengan cara memindahkan saldo dari tabungan ke Tapcash atau langsung mengisi saldo Tapcash kemudian di tap (ditempel) ke mesin Edc Bni melalui petugas pasar masing-masing.
       Adapun cara pengisiannya sangatlah mudah, pedagang pasar bisa menyetorkan uang untuk disimpan ke dalam tabungan atau langsung diisikan kedalam Tapcash melalui Agen Bni46 yang ada dilingkungan pasar dan dapat juga dilakukan di Bni terdekat atau sarana e channel Bni lainnya.
        Melalui layanan e Retribusi, BNI mendukung penerapan cashless payment di Kota Semarang yang akan terimplementasi di UPTD Pasar bulu dan UPTD pasar Karangayu.
       Hadir pada acara ini di antaranya Walikota Semarang Hendrar Prihadi dan CEO BNI Wilayah Semarang M. Harsono pada acara ini dilakukan Penandatanganan Kerja Sama Pembayaran Retribusi secara Digital melalui Kartu Debit Generik Semarang Hebat Combo (Tabungan dan Tapcash).
       Hendi mengungkapkan pembayaran retribusi dapat dilakukan lebih efisien, transparan, akuntabel dan tentunya mudah dengan menggunakan layanan e Retribusi melalui Kartu uang elektronik (Tapcash). “Jadi pedagang pasar dapat melakukan pembayaran tersebut secara otomatis dengan lebih mudah, efisien, dan cepat,” paparnya.
        BNI juga turut andil dalam program cashless society dan literasi keuangan yang diinisiasi baik oleh Bank Indonesia maupun Otoritas Jasa Keuangan melalui e-Channel. Kedepannya BNI juga akan mengembangkan layanan pembayaran pajak daerah lainnya dan layanan produk serta jasa perbankan lainnya melalui e-Channel.
Salurkan KUR
        Penerapan e-Retribusi pasar memungkinkan pengelola pasar memperoleh laporan perkembangan bisnis para pedagang. Tujuannya untuk memudahkan BNI sebagai bank partner untuk memberikan pembiayaan berupa KUR yang memberikan bunga cukup ringan mulai 7%.
        Dengan begitu, BNI mendukung penuh pertumbuhan ekonomi kota Semarang, khususnya para pedagang tradisional dengan memberikan KUR. Pasar yang telah bekerja sama dengan BNI yaitu Pasar Bulu, Pasar Sampangan, Pasar Surtikanti, Pasar Bomlama, Pasar Purwogondo,Pasar Randusari, Pasar Karangayu, Pasar Jerakah,Pasar Mangkang,Pasar Mijen, Pasar Simongan, Pasar Ngaliyan, Pasar Gunungpati, Pasar Purwoyoso.
         Semarang merupakan kota yang dinamis dengan pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi pada triwulan III pada tahun 2017, yaitu 5,13%. Berbagai potensi ekonomi dapat memberi peluang bagi masyarakat Semarang untuk lebih kreatif dalam mengembangkan potensi-potensi yang ada sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perekonomian daerah setempat.
       Diharapkan ke depannya akan memberi dampak pada peningkatan pendapatan daerah melalui berbagai jenis pembayaran pajak daerah maupun retribusi.
Komitmen BNI sebagai banking partner Pemerintah Kota Semarang guna mendukung konsep smart city dapat menjadi acuan dan langkah strategis untuk menjadikan BNI sebagai One Stop Banking Solution bagi pemerintah daerah di seluruh Indonesia.
        Faktanya, program Cross Selling atas semua produk dan jasa keuangan BNI secara menyeluruh merupakan salah satu solusi untuk memberikan layanan yang terbaik dan memenuhi semua kebutuhan masyarakat terhadap produk dan layanan perbankan. (El)