Home Hukum dan Kriminal Dyah Ayu Bisa Dikenakan TPPU

Dyah Ayu Bisa Dikenakan TPPU

image

Semarang, 12/5 (Beritajateng.net) – Dyah Ayu Kusumaningrum (DAK), tersangka kasus hilangnya atas Dana Kasda Rp 22,7 Miliar milik Pemkot Semarang, kembali dijerat. Kali ini, dikenakan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Hal ini dikatakan Kanit Tindak Pidana Korupsi Satreskrim Polrestabes Semarang AKP Zaenul Arifin. “Untuk kasus ini Dyah bisa juga kita kenakan tindak pidana pencucian uang (TPPU),” katanya saat ditanyai, Selasa (12/5).

Untuk bisa menetapkan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terhadap Dyah Ayu dalam perkara ini penyidik menitik beratkan pada keterlibatan serta peran Dyah hingga masuk ke dalam jaringan tindak pidana korupsi terkait pemalsuan dokumen serta tanda tangan, hingga pencairan uang.”Jadi kami akan tuntaskan itu dulu hingga semuanya jelas, baru melangkah ke pendalaman TPPU nya dan akan dicari lebih detail uangnya lari kemana saja,” jelasnya. 

Zaenul menambahkan terkait pemeriksaan nantinya tersangka akan dilakukan penahanan setelah ada laporan kerugian negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Jawa Tengah.”Ya belum bisa ditahan kalau belum ada kerugian negara. Kita nunggu audit dari BPKP. Nanti kalau sudah ada laporan kerugian baru bisa ditahan,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya dana kasda Pemkot ini terbongkar setelah BTPN absen dalam pertemuan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dengan DPKAD Pemkot pada Januari 2015. Nota kerjasama itu sedianya akan diisi pembaruan naskah kerja sama penempatan giro. Enam bank lain kecuali BTPN yang ikut dalam kerja sama datang untuk memperbaharui kontrak.

Kecurigaan pun muncul dan ditemukan selisih perhitungan antara bank dengan Pemkot. Dana kas daerah sebesar Rp 22,7 miliar yang disimpan di BTPN ternyata telah raib. Padahal, hingga Januari 2015, Pemkot masih menerima bunga giro BTPN. Pemkot yakin dana itu masih ada, karena sertifikat deposito giro berjangka dengan nomor DG199512 itu masih disimpan di brankas. Sertifikat tersebut tak diakui oleh BTPN. Ternyata, sertifikat itu dipalsu oleh Diah. Aksinya berjalan mulus karena dia selalu menyuap Suhantoro. (BJ04)

Advertisements