Home Headline Dulu Kawasan Rob, Perkampungan Trimulyo Kini Jadi Lahan Produktif

Dulu Kawasan Rob, Perkampungan Trimulyo Kini Jadi Lahan Produktif

386
Wakil Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu Memanen Sayur Mayur di Trimulyo Semarang

Semarang, 3/7 (BeritaJateng.net) – Kawasan yang dulunya merupakan langganan rob dan banjir setiap musim penghujan kini disulap menjadi kawasan produktif.

Berada di Rt 5 Rw 4 Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, lahan kumuh akibat banjir rob berubah menjadi lahan produktif melalui urban farmibg. Warga menanam cabai, tomat, sayur dan buah-buahan di lahan rawa yang dulunya sering jadi langganan banjir rob kini justru tumbuh sayur-mayur yang subur.

Pemerintah Kota Semarang telah sukses menuntaskan permasalahan banjir rob di kawasan tersebut, hal ini kemudian disambut baik warga untuk mengubah lahan kumuh menjadi lahan pertanian.

Terlebih ditengah pandemi seperti saat ini, warga dibantu Dinas Pertanian membuat lahan produktif agar ketahanan pangan warga terpenuhi.

Urban farming ini mulai dirintis oleh warga setempat awal Mei ini. Lahan tersebut sebelumnya sempat digunakan untuk lomba tanam-menanan yang diadakan PKK. Namun, warga gagal memenangkan lomba tersebut. Kemudian, adanya Covid-19 ini membuat warga kembali bersemangat memanfaatkan rawa-rawa untuk menjadi lahan pangan.

Panen Sayur Mayur Di Lahan yang Dulunya Kerap Diterjang Rob kini Jadi Lahan Produktif.

Warga bergotong-royong menata papan-papan diatas rawa tersebut. Kemudian, menyiapkan polibag sebagai media tanam. Uniknya, sistem penyiraman tidak dilakukan seperti biasanya. Sistem urban farming disana menggunakan pipa panjang dan diberi air. Polibag diberi sumbu dan diletakan diatas pipa. Sehingga penyiraman langsung dilakukan secara otomatis dengan menyerap air dari pipa tersebut.

Warga secara bergantian merawat tanaman-tanaman tersebut. Apabila sudah bisa dipanen, mereka tinggal memetik sesuai kebutuhan.

Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, kunci urban farming bisa berhasil yakni karena adanya kemauan dan komitmen warga untuk mengelola lahan dengan baik. Meski Trimulyo berada di pesisir yang mana dulu kerap terjadi rob, kini bisa tumbuh beragam sayur-mayur.

“Dimana pun berada selama ada kemauan dan keinginan bisa menghasilkan. Awalnya ini swadaya sendiri. Kemudian, Dinas Pertanian membimbing dan sekarang menjadi kelompok tani,” kata Ita saat panen cabai di lahan urban farming Trimulyo.

Selanjutnya, kata Ita, kawasan ini akan dicanangkan penanaman seribu bibit cabai dan akan dibuat tempat pembibitan. Tentu ini juga akan mendukung keinginan warga untuk menjadikan area tersebut sebagai tempat wisata.

“Mereka punya cita-cita seperti itu. Setiap orang kesini bisa memetik petik. Bisa menjadi tempat wisata,” ujarnya.

Menurutnya, lokasi ini bisa menjadi tempat usaha mulai dari pembibitan, tempat wisata, hingga penjualan produk dari hasil panen. Karena itu, Pemerintah Kota Semarang perlu melakukan pendampingan secara maksimal agar masyarakat setempat memiliki penghasilan lebih dari urban farming tersebut. (El)

1 COMMENT

  1. Hallo guyss masih semangat dengan keadaan yang sekarang di masa New Normal
    Kita memberikan hiburan sekaligus pendapatan yang menggiurkan untuk isi dompet anda
    Bergabung bersama kami Dupa88
    Bukan situs kaleng-kaleng, berapapun anda menang pasti kami bayar
    jangan ragu lagi buruan daftarkan diri anda sekarang juga yaaa !!!!!

Comments are closed.