Home Headline Duh!! Wali Kelas Sekolah Dasar Ini Tega Cabuli Empat Siswanya

Duh!! Wali Kelas Sekolah Dasar Ini Tega Cabuli Empat Siswanya

59
0
Kapolres Karanganyar Tunjukkan barang bukti kasus dugaan pencabulan oknum guru
             KARANGANYAR, 11/8 (BeritaJateng.net) – Pelaku dugaan pencabulan terhadap empat siswi sekolah dasar di salah satu Kecamatan di Kabupaten Karanganyar berinisial SA (47) resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik dari Satreskrim Polres Karanganyar setelah dilakukan periksaan secara maraton dengan mengumpukan bukti dan meminta keterangan dari saksi.
              Sebelumnya orang tua dari empat siswa yang diduga mengalami tindak asusila  pencabulan melaporkan kasus tersebut ke Unit PPA Satreskrim Polres Karangnyar pada Kamis (10/8/2017) kemarin.
              “Laporan direspon cepat oleh penyidik, setelah menerima  hasil visum dan diketahui ada luka di bagian tubuhnya, akhirnya malam harinya pelaku langsung diamankan,” jelas Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak, Jumat (11/8/2017).
             Selain mengamankan pelaku, petugas juga menyita barang bukti berupa pakaian korban dan satu unit telepon genggam, diamankan di Polres Karanganyar untuk proses hukum lebih lanjut.
              Hasil penyidikan sementara aksi cabul guru yang juga merupakan wali kelas korban dilakukan di dalam kelas saat jam pelajaran sedang berlangsung. Modusnya pelaku dipanggil ke meja guru dengan alasan meminta bantuan korban ikut mengoreksi hasil tes murid lainnya.
              Pelaku beralasan matanya sudah tidak begitu jelas, sehingga perlu bantuan oleh para korban. Selanjutnya korban dipangku oleh pelaku dan roknya langsung disingkap dan diraba di bagian organ vitalnya.
              Aksi pelaku sangat rapi, dengan emanggil korban secara bergantian. Perlakuannya juga berbeda masing-masing korban. Ada yang diberi uang Rp. 2 ribu usai dicabuli, ada korban yang dipinjami HP untuk main-main sehingga korvan tidak menyadari aksi pelaku.
              “Saat ada korban yang menolak, pelaku justru memaksa dan mencengkeram lengan korban dan pada keempat korbannya pelaku mengancam agar kejadian ini tidak diceritakan pada orang lain. Kalau tidak nanti gurunya (SA) akan marah,” lanjut Ade Safri.
             Aksi pencabulan ini ternyata sudah dilakukan sejak tahun ajaran baru bulan Juli 2017 kemarin dan dilakukan setidaknya tiga kali pada masing-masing korban dan kejadian terakhir pada Selasa (8/8/2017) kemarin dan berujung pelaporan orang tua korban pada petugas Satreskrim Polres Karanganyar.
             Pelaku akan dikenakan pasal 82 ayat  (2) UU No 35 tahun 2014 tentang Perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun dan denda maksimal Rp. 5 miliar. Dan hukumnya ini masih ditambah sepertiga dari ancaman hukuman, karena pelaku merupakan seorang pendidik. (DB/EL)