Home Hukum dan Kriminal Duh Siswa SMP Jadi Pelaku Perampasan

Duh Siswa SMP Jadi Pelaku Perampasan

image

Kudus, 5/5 (Beritajateng.net)-Tiga dari sembilan tersangka kasus pencurian dengan kekerasan (curas) yang terjadi pada Selasa (31/3/2015) dini hari, berhasil diringkus Satreskrim Polres Kudus. Dua dari tiga pelaku yang kini mendekam di tahanan Polres Kudus masih berusia di bawah umur. 

Mereka adalah Ahmad Shobirin (24) asal Desa/ Kecamatan Mayong, Jepara, SM (16) warga Kecamatan Nalumsari, Jepara, dan AB (14) warga Kecamatan Jati, Kudus. Sedang enam pelaku lainnya yang sudah diketahui identitasnya masih dalam pengejaran. 

Kapolres Kudus AKBP M Kurniawan melalui Wakapolres Yunaldi didampingi Kasat Reskrim AKP Hepy Pria Ambara kepada Beritajateng.net mengatakan, tiga pelaku yang sudah ditetapkan tersangka ini diringkus dirumahnya masing-masing, Sabtu (3/5). Satu diantara tersangka yakni Ahmad Shobirin adalah pelaku yang melukai korban. ”Salah satu pelaku masih duduk di bangku SMP kelas 3 dan saat ini sedang menjalani UN dan yang satu siswa kelas X salah satu SMK di Kudus” terang Kompol Yunaldi saat gelar perkara di halaman Mapolres Kudus, Selasa (5/5). 

Selain menangkap pelaku, lanjutnya, pihaknya juga berhasil mengamankan barang bukti berupa parang sepanjang 60 centimeter, tiga sepeda motor diantaranya Honda Vario K warna hitam K 4726 MR (milik korban), Honda Vario merah K 2376 PQ dan Honda Supra K 2281 T. Barang-barang tersebut sementara disita untuk keperluan persidangan. 

Sementara menurut pengakuan Ahmad Shobirin, awalnya dia dan teman-temannya tidak ada niatan untuk melakukan perampasan. Niat jahat tersebut tiba-tiba timbul saat rombongannya berpapasan dengan rombongan korban yang terdiri empat orang mengendarai dua sepeda motor.”Sebelum berjalan kami memang sempat minum minuman keras. Setelah minuman habis kami berniat jalan-jalan. Sedang senjata tajam yang saya bawa adalah milik teman saya yang disuruh membawa saya hanya untuk jaga-jaga,” akunya. 

Untuk itu, tambahnya, ketika sudah berbuat dan berhasil menguasai sepeda motor korban, motor tersebut ditinggal dijalan areal persawahan dengan ditutupi jerami. Menurutnya, dia dan teman-temannya kebingungan karena tidak tahu bagaimana cara menjualnya.
buy Cymbalta online www.mabvi.org/wp-content/languages/new/ no prescription

 ”Terus terang kami malah ketakutan dan kebingungan karena belum pernah berbuat merampas sepeda motor orang. Karena saya dan teman-teman ketakutan, akhirnya kita memilih meninggalkan sepeda motor tersebut,” imbuhnya. 

Ditambahkan Kasat Reskrim, pelaku yang sudah tertangkap tersebut bisa saja berkilah. Jika enam pelaku lainnya sudah tertangkap, pihaknya akan mengkonfirmasikan pengakuan tiga pelaku dengan lainnya agar jelas apa yang melatar belakangi perbuatan mencelakakan orang ini.
buy strattera online www.mabvi.org/wp-content/languages/new/strattera.html no prescription

 ”Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, mereka dijerat pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,” tandasnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Selasa (31/3/2015) Agus Saifudin (22) dan Abdullah Syarif (24), keduanya warga Desa Padurenan, Kecamatan Gebog, Kudus, menjadi korban perampasan alias pembegalan, saat melintas di persawahan desa setempat. Akibat aksi jahat tersebut, keduanya menderita luka bacok di tangan kiri, dada, dan kepala. Saat kejadian, barang-barang Agus berupa dompet berisi uang Rp 400 ribu, HP, dan sepeda motor berhasil dirampas pelaku. Namun, beberapa jam kemudian, seorang warga menemukan sepeda motor korban di sebuah lahan kosong. (BJ12)