Home Headline Duh!! Rumah Roboh Timpa Nenek Lumpuh di Semarang

Duh!! Rumah Roboh Timpa Nenek Lumpuh di Semarang

1113
Nenek Sumarni yang tengah sakit lumpuh tertimpa reruntuhan rumahnya yang roboh.

Semarang, 29/1 (BeritaJateng.net) – Hujan deras disertai angin mengakibatkan sebuah rumah milik Sumartini (76) di jalan Ngablak Kidul RT 1 RW 8 , Muktiharjo Kidul, Pedurungan, Kota semarang roboh dan menimpa pemilik rumah yang sedang terbaring sakit. Beruntung sang pemilik rumah yang mengalami lumpuh hanya mengalami luka memar akibat tertipa kayu atap rumah.

Kondisi bangunan semi permanen yang rusak parah dan tidak dapat ditinggali lagi membuat sumartini bersama anaknya agung (30) terpaksa harus mengungsi dirumah tetangga. Rumah yang sudah puluhan tahun dihuni ini hanya di topang dua buah kayu untuk penguat sementara bangunan utama agar tidak roboh.

“Ibu saat ini numpang di rumah tetangga, karena kondisinya memang sudah sakit,“ ungkap Agung, anak Sumartini, Selasa (29/1).

Peristiwa robohnya sebagian rumah milik sumartini tepatnya pada bagian kamar, terjadi pada minggu malam pukul 23.00 wib saat hujan deras disertai angin kencang. Saat itu sumartini yang mengalami sakit lumpuh berada dirumah sendirian, sementara anaknya Agung sedang menengok istri dan anaknya di rumah mertua.

“Keseharian saya dan ibu yang tinggal dirumah, saat kejadian saya nengok istri dan anak saya di mertua, sementara ibu sendirian dirumah,” ujar Agung.

Rumah Roboh Timpa Nenek Lumpuh di Semarang

Dari pengakuan Salim tetangga depan rumah, sebelum roboh dan menimpa Sumartini terdengar suara seperti patahan sebanyak tiga kali.

“Sebelum roboh terdengar suara ‘kreteg-kreteg’ sampai tiga kali, setiap kali ada suara saya cari, kasian embahe waktu itu sedang sendirian,” ungkap Salim.

Dirinya bersama anaknya langsung memberikan pertolongan setelah mengetahui rumah tetangganya roboh dan menimpa pemilik rumah. Beruntung Sumarni hanya mengalami luka lebam setelah tiga kayu atap rumah menimpa tubuhnya.

“Mengetahui rumah mbah roboh saya langsung panggil anak saya Heru, mencari dan menolong mbah Marni. Saya amankan mbah Marni dari reruntuhan genting dan tumpukan kayu besar-besar dan saya bawa ke rumah,” imbuhnya.

Kini sumartini dan anaknya hanya bisa berharap ada yang mau membantu memperbaki rumahnya yang sudah dihuni selama puluhan tahun, untuk bisa ditempati kembali. BPBD kota semarang setempat sudah memberikan bantuan kepada korban. Sedangkan pihak kelurahan sudah melakukan pendataan untuk bantuan RTLH. (Nh/El)