Home Headline Duh!!! Guru Pondok Pesantren Solo Diciduk karena Edarkan Narkoba

Duh!!! Guru Pondok Pesantren Solo Diciduk karena Edarkan Narkoba

307
0
Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah mengamankan seorang pengajar di salah satu pondok pesantren di Kota Solo atas kepemilikan narkotika jenis sabu-sabu.
      Semarang, 9/4 (BeritaJateng.net) – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah mengamankan seorang pengajar di salah satu pondok pesantren di Kota Solo atas kepemilikan narkotika jenis sabu-sabu.
      Oknum pengajar di salah satu pondok pesantren berinisial AGR (47) warga Laweyan Solo ini dtangkap di Jalan Raya Sukowati, Kabupaten Sragen, usai mengambil paket sabu seberat 10 gram, di wilayah Sragen.
      Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah Brigjen Pol.Tri Agus Heru di Semarang, Senin, mengatakan tersangka AGR (47) ditangkap bersama satu pelaku lain berinisial SYN (53) saat mengambil paket sabu di Sragen.
      “Tersangka ini kurir sekaligus pemakai,” ujarnya saat gelar perkara, Senin (9/4).
Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah mengamankan seorang pengajar di salah satu pondok pesantren di Kota Solo atas kepemilikan narkotika jenis sabu-sabu.

Tri Agus menjelaskan pengajar di salah satu pesantren di Kota Solo itu diantar oleh SYN untuk mencari alamat pengambilan sabu tersebut, dan sejak awal mengetahui jika AGR akan mengambil paket sabu.

      Dihadapan petugas, AGR mengaku diperintah seseorang bernama Bejo yang saat ini masih buron untuk mengambil paket sabu di Sragen.
       AGR yang sudah mengajar sekitar 5 tahun di Ponpes, mendapat upah Rp1 juta untuk mengambil barang haram tersebut. Paket sabu sebesar 10 gram, rencananya akan diberikan ke seorang pemesan di Solo.
       Sebelumnya AGR beberapa tahun lalu pernah menggunakan narkoba, namun belakangan tersangka kembali menggunakan sabu setelah bertemu dengan rekannya sesama pengguna.
Barang bukti

“Tersangka sebelumnya pernah menggunakan sabu dan sempat berhenti, namun belakangan tersangka menggunakan sabu mulai bulan januari lalu,” tambahnya.

       Penangkapan terhadap AGR ini, lanjut Heru menunjukkan bahwa narkotika telah menyebar ke berbagai lapisan masyarakat.
       “Narkotika sudah menyebar ke pondok pesantren. Oleh karena itu harus dilakukan antisipasi sejak dini,” katanya.
       Ia mengharapkan dukungan para tokoh agama dan masyarakat untuk membantu mencegah penyalahgunaan narkotika yang mengancam para penerus Bangsa. (Nh/El)

Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah mengamankan seorang pengajar di salah satu pondok pesantren di Kota Solo atas kepemilikan narkotika jenis sabu-sabu.