Home Headline Duh!! Asap Mengepul, 14 Bus BRT Semarang Tak Lolos Uji Emisi 

Duh!! Asap Mengepul, 14 Bus BRT Semarang Tak Lolos Uji Emisi 

202
0
Pengujian emisi gas buang dilakukan terhadap 20 Bus Rapit Transit (BRT) Semarang di lima koridor, hal ini dilakukan karena banyaknya keluhan masyarakat terhadap asap Bus yang mengepul dan berwarna hitam.
         Semarang, 16/6 (BeritaJateng.net) – Sebanyak 14 armada Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang tidak lolos uji emisi dalam pengujian emisi oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang di Jalan Pemuda, Jumat (16/6).
            Kepala Sub Bagian Tata Usaha Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang, Ade Bhakti, menyebutkan, dari pengecekan yang pihaknya lakukan, ditemukan armada BRT dengan kepekatan emisi mencapai 99,99 persen.
            “Hari ini kita lakukan sidak ada 25 kendaraan, terdiri dari koridor 1 sampai dengan 5, karena koridor 6 tidak lewat sini, hasilnya ada 14 kendaraan yang tidak lolos uji emisi, diantaranya ada kendaraan yang tingkat kepekatannya sampai 99,99 persen pada koridor 2 nomor lambung 12,” tutur Ade kepada wartawan BeritaJateng.net.
             Pengecekan ini mengacu pada peraturan Menteri Lingkungan Hidup, tentang emisi gas buang kendaraan bermotor yaitu maksimal 70 persen. “Bus tahun 2010 kesini, batasnya maksimal di angka 70 persen. Ini ada beberapa yang di atas 70 persen, tadi ada juga yang lolos walaupun tipis 69 persen, tetap kita sarankan kepada operator untuk memperbaiki mesin,” ujarnya.
              Sementara itu, dalam pengecekan itu juga didapati armada BRT Korodor 5 yang merupakan armada baru dan baru dilounching pada Maret lalu memiliki kepekatan emisi gas buang mencapai 74 persen.
             Selain itu, juga ditemukan armada BRT dengan tanpa kelengkapan seperti knalpot yang dipindan ke samping yang sebelumnya di belakang. “Knalpot karena lewat daerah rob, karena ini sudah tidak rob kami minta kepada operator untuk mengembalikan posisi knalpot dibelakang, karena tadi ada beberapa yang dipindah ke samping,” ucapnya.
           Sementara itu, Kepala Dishub Kota Semarang Muhammad Khadik menjelaskan, pengecekan ini merupakan kegiatan rutin yang pihaknya lakukan setiap tiga bulan sekali untuk memberikab kenyamanan kepada masyarakat khususnya yang tidak menggunakan BRT.
              “BRT ini kan mesinnya mesin diesel, menggunakan bahan bakar solar dan kemungkinan gas buangnya harus kita kontrol secara rutin,” jelas Khadik.
              Selanjutnya, hasil dari pemeriksaan ini akan menjadi bahan evaluasi pihaknya serta operator yang kedapatan tidak melakukan perawatan armadanya akan pihaknya tegur.
               “Hasil dari pemeriksaan ini akan kita tuangkan dalam berita acara, dan berita acara ini akan kita sampaikan ke seluruh operator BRT yang ada di Dinas Perhubungan sebagai bahan evaluasi. Yang namanya BRT ini sebetulnya kan satu bentuk wajah transportasi Kota Semarang indikatornya dari bagaimana mengelola BRT ini dengan baik,” sebutnya. (El)