Home DPRD Kota Semarang Dugderan Semarang, Dewan Hendaki Di Gelar di Kawasan MAJT

Dugderan Semarang, Dewan Hendaki Di Gelar di Kawasan MAJT

1230
Kirab dugderan (foto dok.)

Semarang, 19/5 (BeritaJateng.net) – Tradisi Dugderan menyambut datangnya bulan suci Ramadan di Kota Semarang tahun 2016 ini bakal mengalami kendala, menyusul Pasar Johar kini segera dibangun lagi setelah satu tahun lalu terbakar habis.

Tempat diselenggarakannya pasar malam terkait ikon Pasar Johar yang terbakar, kini seolah menghilangkan kesakralan Johar untuk pasar malam menyambut datangnya bulan suci yang biasa disebut dengan tradisi Dugderan yang melekat dengan warak ngendog.

Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang Mualim SPd MM bahkan wanti-wanti  minta agar kawasan Johar jangan dipakai dulu untuk arena pasar malam menyambut datangnya bulan Ramadan 2016.

“Kami mohon agar di kawasan Johar steril dari para pedagang yang akan mremo Dugderan, sehingga diharapkan Pasar Johar yang sudah rata dengan tanah, segera dibangun kembali untuk mempercepat kelancaran proses pembangunan,” kata Mualim.

Politikus Gerindra ini berharap agar Dugderan dipusatkan di sekitar Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Lokasi ini juga terkait dengan keberadaan para pedagang yang direlokasi dari Johar di kawasan MAJT.

Anggota Komisi B DPRD Kota Semarang Umi S Diniyah menambahkan bahwa, Komisi B segera membahas Dugderan untuk memeriahkan Kota

Semarang dalam menyambut bulan suci Ramadan.

Menurutnya, Dugderan merupakan tradisi yang sudah lama dan berada di kawasan Johar. Tetapi berhubung Pasar Johar terbakar maka untuk memperlancar dibangun kembali maka Dugderan sebaiknya diselenggarakan di dekat pedagang di kawasan MAJT.

Sementara Sekreataris Persatuan Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) Kota Semarang Surachman mengaku hingga saat ini belum ada informasi tentang masalah Dugderan yang melekat dengan kehadiran para pedagang gerabah dari Jepara, Kudus dan daerah lainnya.

“Saya belum mendapatkan informasi tentang agenda Dugderan. Menurut kami Dugderan idealnya digelar di kawasan Johar. Sebab identik dengan sejarah dan dekat dengan Masjid Kauman,” kata Surachman.

Tetapi, hingga kini, Surachman mengaku belum diajak oleh Dinas Pasar untuk membahas masalah tradisi menyambut datangnya bulan suci Ramadan di Kota Semarang.

Sedangkan masalah karnaval, kata Surachman itu urusannya Pemkot Semarang. “PPJP mengurusi pedagang yang menyambut bualn suci menggelar pasar malam di kawasan Johar,” tambahnya.

Ia berharap agar Dugderan untuk memeriahkan datangnya bulan Ramadan jangan terlalu lama, maksimal hanya 10 hari saja, mereka mremo mencari rezeki di arena Dugderan. (Bj05)