Home Headline Dugaan Pungli Parkir Camat Mijen, Inspektorat Tunggu Hasil Tim Saber Pungli

Dugaan Pungli Parkir Camat Mijen, Inspektorat Tunggu Hasil Tim Saber Pungli

226
0
Penyerahan data laporan hasil Tim Saber Pungli Kota Semarang.
      Semarang, 17/4 (BeritaJateng.net) – Inspektorat Kota Semarang masih menunggu hasil pemeriksaan dari Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) terkait pungutan retribusi parkir yang diduga melibatkan Camat Mijen.
     “Kebetulan, saya ini masih dinas di luar. Belum bisa berkomentar banyak. Namun, saya sudah dapat informasinya begitu, masih dugaan,” kata Kepala Inspektorat Kota Semarang Cahyo Bintarum di Semarang.
     Sejauh ini, kata dia, pihaknya menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan Tim Saber Pungli terhadap dugaan pungutan retribusi parkir di sekitar Sirkuit Mijen, saat gelaran “Trial Game Asphalt 2018” lalu.
     Ia mengatakan sampai saat ini Inspektorat Kota Semarang belum menerima laporan dari Tim Saber Pungli, tetapi jika nanti sudah mendapatkan laporan pasti segera dilakukan langkah tindak lanjut.
     “Kalau menyangkut pegawai negeri sipil (PNS), akan diserahkan ke Inspektorat untuk ditindaklanjuti. Nanti akan diselidiki oleh Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP),” katanya.
     Termasuk menyoal sanksi yang akan dikenakan jika terbukti, Cahyo enggan berkomentar lebih jauh karena sejauh ini masih dugaan, dan belum melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.
     Sebelumnya, Tim Saber Pungli Kota Semarang menyelidiki dugaan  pungutan retribusi parkir terhadap masyarakat di sekitaran Sirkuit Mijen Semarang yang diduga melibatkan Camat setempat.
     Ketua Tim Saber Pungli Kota Semarang AKBP Enrico Silalahi membenarkan penindakan yang didasarkan laporan masyarakat tersebut dan meminta keterangan terhadap Camat Mijen, M Yenuarso.
     “Ada keluhan masyarakat tarif parkir tidak wajar, kemudian disidak dan diamankan,” katanya, seraya memastikan kasus tersebut tetap dilanjutkan penyelidikannya meski yang bersangkutan tidak ditahan.
     Sesuai perda tarif parkif seharusnya dikenakan yakni Rp1.000 untuk sepeda motor dan mobil Rp2.000, namun dalam gelaran di Sirkuit Mijen sejak 6-7 April itu tarif yang dikenakan sebesar Rp5.000 (sepeda motor) dan Rp10 ribu (mobil).
     Enrico yang juga Wakapolrestabes Semarang itu menyebutkan ada barang bukti uang parkir yang dipungut dari masyarakat dengan nilai sekitar Rp15,9 juta, namun penindakan itu bukan operasi tangkap tangan. (El)