Home Headline Dugaan Penyimpangan Oudetrap Semakin Terkuak

Dugaan Penyimpangan Oudetrap Semakin Terkuak

Gedung Oudetrap yang diduga ada penyimpangan dalam proses pembeliannya oleh Pemkot Semarang

Sugeng Budiman, notaris yang mengurusi akte atas gedung Odetrap.

— Notaris Sugeng Budiman Buka Suara

Semarang, 31/1 (BeritaJateng.net) – Notaris Sugeng Budiman akhirnya angkat bicara saol pembelian Gedung Oudetrap. Ditemui di kantornya Jalan Imam Bonjol, Sabtu (31/1) Sugeng Budiman membenarkan adanya pembelian gedung Oudetrap melalui dirinya.

Sugeng Budiman membeberkan kronologis jual beli gedung tersebut. Bangunan yang berada di jalan Taman Srigunting Nomor 3B dan Bangunan Jalan Garuda nomor 21/23 Semarang, sebelumnya merupakan bangunan yang diagunkan pada Bank BRI Cab Pandanaran pada tahun 2003 lalu.

“Gedung Oudetrap sudah pernah 5 kali proses lelang oleh Bank BRI. oleh bank, gedung itu ditaksir nilai limitnya sekitar Rp. 2,4 miliar. Pada lelang kelima, 17 September 2014, ditebus oleh Budi Pranoto dua hari sebelum proses lelang tersebut. Besaran nilai tebusan Rp. 2,7 miliar (termasuk bunga),” paparnya.

Notaris Sugeng Budiman mengatakan, Budi Pranoto menyerahkan 8 sertifikat Hak Miliknya kepada Notaris sudah lunas dari Bank BRI. Kemudian pada saat ditanya oleh notaris kepada Budi Pranoto, sebelum tanda tangan perjanjian pelepasan atas hak tanah (SPPTH) apakah sudah ada pelunasan pembayaran delapan serifikat hak milik (HM), dijawab Budi Pranoto sudah dibayar lunas sebelum tanggal 30 Desember 2014 oleh Pemkot Semarang sebesar Rp 8.708.000.600 (Delapan Miliar Tujuh Ratus Delapan Juta Enam Ribu Rupiah).

Ia menjelaskan, bahwa pada tanggal 30 Desember 2014, bukan Akta Jual Beli (AJB) antara Pemkot Semarang dan Budi Pranoto beserta istri, tetapi perjanjian pelepasan hak atas tanah dari pihak Pemkot Semarang yang bertanda tangan dalam perjanjian pelepasan hak atas tanah diwakili oleh Satrio Imam, kemudian akan dibalik nama atas nama Pemkot Semarang. (BJ05)