Home News Update Dualisme Kompetisi Kembali Terjadi?

Dualisme Kompetisi Kembali Terjadi?

PSIS PELATIH

Semarang, 2/9 (BeritaJateng.net) – Pasca sanksi yang dijatuhkan oleh FIFA terhadap Indonesia, tak membuat kegaduhan akan kondisi sepakbola di tanah air kian surut. Pasalnya, wacana dari masing-masing lembaga baik Tim Transisi maupun PSSI yang akan menggelar kompetisi dalam waktu dekat, membuat sejumlah klub merasa dilematis, tak terkecuali PSIS Semarang.

Kerisauhan yang dialami bagi sejumlah klub ini wajar, mengingat setiap keputusan klub yang diambil dalam memilih kompetisi, masing-masing akan memiliki dampak tersendiri bagi klubnya.

Apabila memang wacana tersebut benar-benar terealisasi, maka tak menutup kemungkinan dualisme kompetisi di Indonesia saat era PSSI vs KPSI kembali terjadi.

Pelatih PSIS Semarang, M. Dhofir tak menampik akan sikap sejumlah klub yang merasa begitu dilematis dalam melihat kondisi ini.

Menurutnya, saat ini sekalipun sepakbola Indonesia di ‘baned’ oleh FIFA, dimata FIFA, PSSI masih diakui. Namun demikian, pemerintah dalam hal ini Tim Transisi punya wewenang dalam hal perijinan.

Lanjut Dhofir, ia menginginkan kedua lembaga tersebut duduk bersama agar perkembangan sepakbola Indonesia menjadi lebih baik di masa yang akan datang.

“Ya kami inginnya kondisi semacam ini akan segera berakhir. Semoga tidak ada yang namanya dualisme kompetisi. Kalau terjadi itu, akan rumit dan membuat pemain maupun manajemen merasa dilema,” harapnya. (BJT02)