Home Headline Dua Pria Mengaku Dukun Pengganda Uang Asal Bojonegoro, Dibekuk Polisi

Dua Pria Mengaku Dukun Pengganda Uang Asal Bojonegoro, Dibekuk Polisi

BLORA, 7/4 (BeritaJateng.net) – Dua pria asal Bojonegoro Jawa Timur, yang mengaku dukun pengganda uang diamankan petugas gabungan Satuan Unit Reskrim Polsek Cepu dan tim Resmob Satuan Reskrim Polres Bojonegoro Jawa Timur.

Keduanya bernama Moh Abu Tohir (49) seorang Residifis dan Nur Iskandar keduanya warga desa Sumbertleseh, Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Awalnya korban bernama Ali Zaenal Abidin warga warga Kelurahan Tebet Timur, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan menulis status di akun Facebooknya “mencari uang goib yang bisa bertemu langsung”.

Dalam aksinya pelaku meng inbok korban bernama Ali Zaenal Abidin warga Kelurahan Tebet Timur, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, menulis status “mencari uang goib yang bisa bertemu langsung”.

Pada Rabu (31/3) korban mendapat inbox melalui messenger dari pelaku dengan akun facebook bernama Nur Rahmat yang mengatakan ada temannya yang dapat mewujudkannya tanpa tumbal dan memberikan nomor WA.

Korban yang tergiur kemudian nekat menemui pelaku dengan alamat yang ditentukan, yaitu di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Selanjutnya, pada Senin, (05/04) pukul 13.00 wib korban tiba di Cepu. Korban dijemput di terminal Cepu oleh salah seorang  pelaku yang mengaku bernama Nur Rahmat. Korban di ajak ketempat ritual di makam Kampung Nglebok Kelurahan Tambakromo Cepu.

Pelaku yang mengaku Nur Hidayah menghubungi temannya bernama Ote untuk melakukan ritual dibawa pohon bambu dekat makam.

Korban diminta memasukan sejumlah uang dan Iphone type 7+ warna rose gold ke dalam kantong kain warna hitam, dan di janjikan akan berlipat menjadi 15 Milyar rupiah.

Saking percayanya, menuruti kemauan pelaku dan di suruh memegang kantong kain warna hitam dengan  menutup mata selama tiga menit.

setelah korban membuka mata, kedua pelaku tidak ada ditempat. Uang dan Handphone merk Iphone type 7+ warna rose gold yang awalnya di masukan ke dalam kantong kain warna hitam tidak ada atau hilang.

Karena merasa ditipu korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cepu. Singkat cerita pada Selasa (06/04) sekira pukul 06.00 wib, dengan bantuan dari Tim Buser Satreskrim Polres Bojonegoro Polda Jatim, Unit Reskrim Polsek Cepu Polres Blora Polda Jateng berhasil menangkap kedua pelaku saat berada dirumahnya diwilayah kabupaten Bojonegoro Jawa Timur.

“Ya kedua pelaku kita amankan di rumahnya, beserta barang bukti hasil kejahatanya. nama Nur Hidayat dan Ote adalah palsu,” ungkap AKP Agus Budiyana Kapolsek Cepu saat dihubungi.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku dijerat pasal 378 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 4 Tahun Penjara. (Ak/El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

2 × 1 =