Home Headline Dua Pabrik Besar di Ungaran ini Limbahnya Mencemari Sungai

Dua Pabrik Besar di Ungaran ini Limbahnya Mencemari Sungai

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

Ungaran, 14/1 (Beritajateng.net) – Pengolahan limbah sejumlah pabrik besar di Ungaran, Kabupaten Semarang, mendapatkan sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah setempat.

“Pada Selasa (13/1), kami melakukan inspeksi mendadak untuk mengecek instalasi pengolahan limbah pabrik,” kata anggota Komisi C DPRD Kabupaten Semarang Agus Budiono di Ungaran, Rabu.

Sidak kali itu, dilakukan Komisi C DPRD Kabupaten Semarang terhadap dua perusahaan besar di Ungaran, yakni perusahaan jamu dan farmasi PT Sido Muncul dan PT Gratia Husada Farma (Hufa).

Berdasarkan hasil sidak tersebut, politikus PDI Perjuangan itu mengatakan perusahaan pemilik instalasi pengolahan limbah cair bukan berarti tidak memiliki andil pencemaran Sungai Klampok.

“Air yang bersumber dari pabrik PT Sido Muncul yang masuk ke Sungai Klampok pun perlu dipertanyakan,” katanya.

Sidak yang dilakukan DPRD bersama Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Semarang itu, kata dia, menunjukkan air dari pabrik PT Sido Muncul yang masuk Sungai Klampok berwarna hitam dan menyengat.

Menurut dia, kondisi air limbah yang dibuang ke Sungai Klampok oleh pabrik jamu itu persis seperti yang dikeluhkan masyarakat, melalui lembaga swadaya masyarakat Organisasi Pelestari Sungai Indonesia (OPSI).

“Kami tidak ingin menjustifikasi hanya berdasarkan temuan visual. Namun, perlu ada pembuktian secara ilmiah dengan menggandeng tim penguji, masyarakat, dan pihak pabrik,” ungkapnya.

Dalam sidak itu, Agus mengakui pihak Sido Muncul sempat membantah limbah yang dihasilkan telah mencemari Sungai Klampok dengan alasan visual warna dan bau tidak bisa jadi patokan terjadinya pencemaran.

Oleh karena itu, kata dia, Komisi C DPRD Kabupaten Semarang akan memanggil pihak Sido Muncul untuk meminta penjelasan terkait skema pengolahan limbah yang selama ini dilakukan oleh pabrik itu.

“Selain dua perusahaan ini, semua perusahaan yang memiliki akses ke Sungai Klampok harus diuji. Tak menutup kemungkinan perusahaan lain juga berkontribusi atas penurunan kualitas air,” kata Agus.

Sementara itu, Manager Pabrik PT Sido Muncul Hadi Hartojo membenarkan adanya sidak dari wakil rakyat, BLH, dan OPSI, tetapi membantah kalau limbah yang dibuang mencemari Sungai Klampok.

Temuan limbah yang berwarna hitam dan berbau menyengat ada di instalasi pengolahan limbah, kata dia, artinya limbah tersebut bukanlah limbah cair yang dibuang ke Sungai Klampok.

Ia menyatakan Sido Muncul siap terbuka dengan siapa pun yang hendak melihat secara langsung sistem pengolahan limbah pabriknya, termasuk untuk mengecek kadar kimia yang dibuang ke Sungai Klampok.

“Soal pencemaran, kan sudah ada batasan kadar kimia limbah yang dibuang ke sungai. Ada pabrik-pabrik lain juga. Agar diketahui pasti yang mencemari, semuanya tentu harus dicek,” kata Hadi.(Ant/Bj02)