Home Headline Dua Mahasiswa UIN Tewas Terseret Ombak Pantai Selatan

Dua Mahasiswa UIN Tewas Terseret Ombak Pantai Selatan

Ilustrasi

Semarang, 27/12 (BeritaJateng.net) – Ganasnya ombak di pantai selatan kembali memakan korban. Kali ini dua anggota HMI ( Himpunan Mahasiswa Indonesia ) kader Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang terseret ombak saat tengah menikmati liburan.

Kedua korban adalah Muhammad Luthfan Muwaffir (22) warga Laren RT 1 RW 1 Bumiayu, Brebes dan Hasan Fuady (26) warga Sumun Jomblang Bogo RT 11 RW 4 Bojong, Pekalongan.

Peristiwa nahas itu terjadi pada hari Jumat 25 Desember 2015 lalu, sekitar pukul 06.50 WIB, tepatnya di pantai Sepanjang, Ngasem, Kemadang, Tanjungsari, Gunung Kidul, Yogyakarta.

Lutfan ditemukan dalam kondisi meninggal dan jenazahnya telah dimakamkan di kampung halamannya. Sedangkan Hasan hingga kini masih belum ditemukan.

Tim SAR Pos Pantai Baron hanya menemukan kaos berwarna biru dan sandal warna abu-abu yang diketahui milik korban (Hasan).

Sementara itu, Noor Rachman (27) warga Jalan Jenderal Soedirman RT 4 RW 2 Pekalongan, seorang saksi mata yang juga satu rombongan dengan korban mengatakan sesaat sebelum korban terseret ombak, ia sempat berfoto bersama-sama.

Menurutnya, saat itu rombongan berjumlah empat orang, yakni Rachman sendiri (mahasiswa S2 Unnes), Hasan Fuady (mahasiswa S2 Unissula/alumni Fakultas Syariah UIN Walisongo) dan Saeful Ghozi (mahasiswa S2 Undip) serta Luthfan Muwaffir (mahasiswa Fakultas Syariah semester 9 UIN Walisongo).

Kesemuanya berangkat bersama-sama dari Kota Semarang pada hari Kamis (24/12) sekitar pukul 12.00 WIB.

“Kami berangkat berempat, menggunakan dua motor. Sampai di lokasi pukul 20.00 WIB, kemudian mendirikan tenda di tepi pantai,” terangnya saat ditemui wartawan, Minggu (27/12).

Pada keesokan harinya, setelah menunaikan salat subuh, mereka main bersama di tepi pantai. Situasi menjadi panik ketika ombak besar tiba-tiba menghantamnya

“Saya bersama Saeful posisinya mandi di tepi pantai. Sedangkan dua korban berada agak ke tengah laut. Saya sendiri sempat terseret ombak, tapi akhirnya bisa menyelamatkan diri bersama Saeful,” ujar Rachman.

Sementara, kedua korban Lutfan dan Hasan sempat terpental di atas gelombang besar.

“Saya melihat dan mendengar, kedua korban berteriak minta tolong. Namun kedua korban terseret gelombang semakin ke tengah laut. Sebelum hilang tenggelam, kedua korban dalam kondisi bergandeng tangan,” tambahnya.

Dijelaskannya, saat kejadian banyak dari pengunjung lain yang juga mandi di laut tersebut. Mereka memutuskan mandi karena pagi itu ombak terlihat surut.

Peristiwa tragis tersebut tentu menimbulkan duka yang mendalam bagi rekan kedua korban. Sejumlah ucapan belasungkawa tak lupa disampaikan oleh rekan-rekannya, salah satunya melalui media sosial Facebook.

Selain itu, lanjut Rachman kedua korban merupakan sosok aktivis yang tekun belajar, senang humor dan bersahabat.

“Keduanya merupakan sosok periang. Fuady pegiat komunitas diskusi dan sering menulis, kalau Luthfan masih aktif kepengurusan HMI,” pungkasnya. (Bjt02)