Home Nasional Dua Anjing Pelacak Disiagakan Bantu Petugas Bea Cukai Bandara Ahmad Yani Semarang

Dua Anjing Pelacak Disiagakan Bantu Petugas Bea Cukai Bandara Ahmad Yani Semarang

877
Dua anjing pelacak disiagakan untuk membantu bea cukai bandara Ahmad Yani Semarang.

Semarang, 31/3 (BeritaJateng.net) – Untuk mengantisipasi adanya penyalahgunaan narkoba dan mencegah peredaran narkotika dari dan keluar negeri, Petugas Bea Cukai Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang menyiagakan dua anjing pelacak di terminal kedatangan bandara.

Seperti yang dillakukan, Rabu (30/3) tadi, penunpang Air Asia dengan nomor penerbangan AK 328 dari Kuala Lumpur Malaysia disambut oleh dua ekor anjing pelacak.

Pada saat penumpang turun dari pesawat, petugas di bandara menyampaikan permohonan maaf kepada para penumpang karena akan dilakukan pemeriksaan terhadap penumpang dan barang bawaan. Untuk itu, penumpang diarahkan oleh perugas agar membentuk barisan sebelum memasuki ruangan migrasi.

Tak hanya penumpang, bagasi penumpang juga diperiksa anjing pelacak.
Tak hanya penumpang, bagasi penumpang juga diperiksa anjing pelacak.

“Ada beberapa penumpang yang merasa tak nyaman, dan keberatan karena pelacakan barang bawaan dan penumpang pesawat menggunakan anjing, yang bagi orang muslim diyakini sebagai benda yang najis. Tapi pihak kami mencoba menjelaskan mengenai Standart Operasional (SOP),” ujar Robertus Tito selaku Dog Handler Bea Cukai.

Tito menerangkan bahwa tugas anjing pelacak dari Bea Cukai adalah melacak barang terlarang yang dibawa penumpang pesawat dari luar negeri, khususnya narkotika. Bukan hanya barang bawaan saja yang diperiksa, namun penumpang juga turut menjadi sasaran pemeriksaan.

“Sebenarnya Kanwil Bea Cukai Jateng dan DIY memberlakukan kebijakan anjing pelacak sejak Desember 2015, namun baru efektif beroperasi akhir-akhir ini,” katanya.

Menurutnya, kebijakan tersebut dipengaruhi lantaran mencuatnya kasus gudang meubel Jepara yang dijadikan tempat penyimpanan narkotika jenis sabu pada Januari 2016 lalu. Sedangkan pemeriksaan bagasi barang bawaan penumpang dilakukan sebelum barang dinaikkan conveyor.

Hingga saat ini, pihak Bea Cukai tak selalu menggunakan anjing pelacak untuk melakukan pemeriksaan, namun juga menggunakan atensi berdasarkan risk management. “Jika ada penumpang yang mencurigakan pihak bea cukai akan memantau orang tersebut sampai melewati Screening Check Point (SCP) untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan badan dan bagasi,” ungkapnya. (Bj05)

Advertisements