Home Lintas Jateng DPU Pasang Screen Net Sampah Agar Tak Ada Sumbatan Sampah Aliran Air...

DPU Pasang Screen Net Sampah Agar Tak Ada Sumbatan Sampah Aliran Air Saat Hujan

512
Sampah menumpuk dan menyebabkan aliran sungai Banjir Kanal Timur sulit mengalir ke muara.

Semarang, 28/2 (BeritaJateng.net) – Sampah yang menumpuk dan tersangkut di selokan atau saluran drainase, seringkali menyebabkan aliran air tidak lancar. Imbasnya, air akan mudah meluap ke lingkungan di sekitarnya. Situasi ini sering terjadi, khususnya di saat hujan turun dengan curah yang cukup tinggi di wilayah Kota Semarang dan sekitarnya.

Kabid Sumber Daya Air (SDA) dan Drainase di Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Arif Dwi Harjono, mengatakan, selama ini petugas DPU selalu rutin mengecek sejumlah saluran drainase yang ada di wilayah Kota Semarang.

Terutama, di daerah yang merupakan titik-titik penyebab air meluap karena adanya sampah yang tersangkut di dalamnya.

”Saat musim hujan, biasanya banyak sampah yang menyangkut. Kami harus rutin membersihkannya berkali-kali, untuk memastikan aliran air lancar dan tidak melimpas ke jalan,” papar dia, Kamis (27/2).

Pembersihan sampah, diprioritaskan bagi lokasi yang memiliki jaring penghalang (screen net) sampah. Keberadaan jaring penghalang sampah tersebut, memang sengaja ditaruh agar sampah tidak menumpuk di lokasi yang susah dijangkau untuk dibersihkan.

Sejumlah titik yang memiliki jaring penghalang sampah, tambah dia, antara lain berada di depan Ace Hardware Simpang Lima, Kampung Kali, dan Kali Semarang.

”Selain itu, jaring penghalang sampah juga dipasang sebelum aliran air menuju lokasi rumah pompa air. Untuk mencegah agar sampah tidak masuk ke kipas yang difungsikan bagi rumah pompa air tersebut,” ujar dia.

Pembersihan sampah, terang Arif, harusnya menjadi tanggung jawab seluruh pihak dan bukan hanya dari DPU Kota Semarang saja. Untuk itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat turut berperan aktif menjaga lingkungan sekitarnya, agar tidak membuang sampah secara sembarangan. Ini tentunya akan membantu mencegah banjir, yang ditimbulkan akibat aliran air di selokan atau saluran drainase tersumbat.

”Masyarakat Kota Semarang harus memiliki kesadaran untuk tidak membuang sampah secara sembarangan. Baik saat musim hujan maupun tidak. Kami turut berharap, supaya kegiatan bakti sosial bersih-bersih lingkungan di masyarakat bisa dihidupkan kembali,” terang dia.

Arif pun mengaku cukup kerepotan, saat masyarakat banyak meminta bantuan peralatan berat yang harus diterjunkan DPU Kota Semarang. Guna mengatasi banjir yang timbul akibat adanya sumbatan sampah di saluran drainase.

”Kami memang cukup kewalahan, menanggapi banyaknya permintaan bantuan dari masyarakat Kota Semarang. Untuk membersihkan sampah yang menyangkut di saluran drainase. Mengingat keterbatasan petugas dan ketersediaan peralatan berat yang ada, seperti excavator atau begu, dan dump truk,” ucap dia. (El)