Home Headline DPRD Soroti Minimnya SDM di IPLT Tambakrejo

DPRD Soroti Minimnya SDM di IPLT Tambakrejo

Pedagang padar klewer
Ilustrasi
Ilustrasi

Semarang, 14/1 (beritajateng.net) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang menyoroti kinerja Instalasi Pengolah Lumpur Tinja (IPLT) Tambakrejo yang terkendala keterbatasan sumber daya manusia (SDM).

Ketua Badan Legislasi DPRD Kota Semarang Suharsono di Semarang mengatakan jumlah personel yang hanya sembilan orang jelas sangat kurang untuk menunjang kinerja IPLT Tambakrejo sebagai fasilitas pengolah limbah tinja.

“Jumlah pekerja di IPLT Tambakrejo ternyata hanya sembilan orang. Enam orang di antaranya pegawai negeri sipil (PNS),” kata Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Menurut dia, idealnya jumlah pekerja yang menangani fasilitas IPLT di atas 40 orang, sebagaimana di kota-kota lain yang memiliki fasilitas serupa, seperti IPLT di Makassar yang ditangani 55 personel.

“Coba bandingkan dengan IPLT Tambakrejo, jauh sekali. Jumlah pekerjanya hanya sembilan orang, yakni enam PNS dan tiga non-PNS,” kata Suharsono yang juga anggota Komisi C DPRD Kota Semarang itu.

Ia mengakui minimnya personel yang bekerja di IPLT Tambakrejo, salah satunya memang disebabkan sedikitnya minat orang untuk bekerja di fasilitas pengolah limbah, apalagi limbah tinja.

“Namun, persoalan semestinya kan bisa terselesaikan kalau memang Pemerintah Kota Semarang serius memperhatikan IPLT Tambakrejo. Belum lagi dengan fasilitasnya yang kurang memadai,” katanya.

Dari tinjauan yang dilakukan ke IPLT Tambakrejo, DPRD Kota Semarang melihat kondisi fasilitas-fasilitas pengolah limbah yang kurang layak, seperti kolam penampungan yang tidak dibangun rapi.

“Kolam penampungan juga masih dibiarkan terbuka. Semestinya kan harus tertutup. Jadi, limbah disedot masuk ke kolam penampungan yang tertutup, nanti kan bisa diolah jadi energi, dan sebagainya,” tukasnya.

Sementara itu, akses jalan ke IPLT Tambakrejo juga tidak terurus, kata dia, seperti jalan belum terbangun, seadanya, dan terlalu sempit sehingga menyulitkan truk-truk pengangkut tinja untuk masuk ke fasilitas itu.

Untuk lebih meningkatkan perhatian Pemkot Semarang terhadap peran IPLT Tambakrejo, kata dia, DPRD Kota Semarang akan merancang perda yang khusus mengatur tentang pengolahan limbah tinja.

“Perda Nomor 6/1993 tentang Kebersihan Dalam Wilayah Kotamadya Semarang akan diubah menjadi perda yang khusus mengatur pengolahan limbah tinja. Selama ini kan belum ada perda seperti itu,” pungkas Suharsono. (Bj05)