Home DPRD Kota Semarang DPRD Semarang Tak Ingin Pasar Ikan Kenari Dipindah

DPRD Semarang Tak Ingin Pasar Ikan Kenari Dipindah

525
0
Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang Agus Riyanto Slamet.
       SEMARANG, 7/10 (BeritaJateng.net) — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang menyarankan keberadaan Pasar Ikan Kenari yang berlokasi di Jl. Kenari, Kota Semarang , Jawa Tengah tidak dipindah.
        “Ingatan saya langsung tertuju pada masa lalu. Memang telah menjadi ikon bahwa di Jl. Kenari jadi pasar ikan hias,” kata Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang Agus Riyanto Slamet di Kota Semarang, Jawa Tengah.
        Hal tersebut diungkapkannya saat menerima perwakilan pedagang ikan hias di Pasar Ikan Kenari Semarang yang mengadu Komisi B DPRD Kota Semarang terkait rencana relokasi oleh eksekutif pemkot setempat. Dijelaskan politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, Pasar Ikan Kenari sudah menjadi ikon di Kota Semarang sejak dulu sehingga sebaiknya tetap dipertahankan dengan penataan-penataan.
         Terlebih, ia juga pernah berjualan ikan hias semasa berkuliah untuk membantu membiayai kuliahnya dengan kulakan di Pasar Ikan Kenari sehingga sudah sedemikian paham. “Tahun 1985 pas kuliah, saya nyambi jualan ikan hias. Saya belinya di Jalan Kenari dekat Pasar Johar. Jualannya saya pindah-pindah, tetapi Alhamdulillah laku terus,” katanya.
         Sejak dulu, kata dia, Pasar Ikan Kenari menjadi jujukan banyak pedagang untuk berkulakan atau mengisi stok dagangan sehingga keberadaannya sangat penting dan strategis. Agus mengusulkan agar dilakukan penataan dengan dibangunkan shelter-shelter agar rapi karena di area tersebut hanya dilakukan perbaikan drainase terkait revitalisasi kawasan Kota Lama.
        “Jika ada penggusuran pedagang pasti rakyat kecil atau pedagang jadi korbannya. Tapi jika memang harus dipindah jangan sampai menyengsarakan pedagang. Harus didukung sarana prasarana yang memadai,” katanya.
         Sementara itu, Ketua Paguyuban Pedagang Ikan Hias Kenari Chafidin meminta relokasi tidak dilakukan sebelum ditemukan solusi atas nasib para pedagang Pasar Ikan Kenari. “Jika disuruh pindah selama proses revitalisasi, kami bersedia. Dengan catatan, harus jelas dulu, jangan abu-abu. Setelah jadi, kami minta bisa berjualan kembali di sini,” katanya.
        Dari datanya, kata dia, setidaknya ada 50 pedagang yang berjualan di Pasar Ikan Kenari sejak 1991 yang sekarang ini membayar retribusi secara rutin Rp4.000/hari. Lokasi yang ditempati pedagang saat ini merupakan daerah perdagangan yang strategis, lanjut dia, apalagi dekat dengan Pasar Johar yang tengah direvitalisasi.
        “Kami berharap pemerintah memperhatikan pasar ikan hias ini. Bahkan, kami pun siap jika diminta membangun selter secara swadaya karena pasar ini bisa melengkapi Kota Lama dan Pasar Johar,” katanya.   (El)