Home Lintas Jateng DPRD Semarang : Perlu Kajian Lima Hari Sekolah

DPRD Semarang : Perlu Kajian Lima Hari Sekolah

ilustrasi

ilustrasi

Semarang, 18/3 (BeritaJateng.net) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang menilai wacana lima hari sekolah dalam sepekan bagus, tetapi perlu kajian mendalam untuk menerapkan kebijakan tersebut.

“Wacana yang disampaikan Pak Ganjar (Gubernur Jawa Tengah, red.) bagus, terutama jika diterapkan untuk kalangan SD dan SMP sederajat,” kata Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi di Semarang, Rabu.

Menurut dia, anak-anak usia sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) sangat membutuhkan waktu untuk bermain secara kreatif, setelah bergelut dengan proses pembelajaran di dalam kelas.

Dengan hanya lima hari setiap sepekan belajar di kelas, kata politikus PDI Perjuangan itu, waktu anak-anak untuk bermain semakin banyak sehingga mereka bisa semakin leluasa berkreasi dan berekspresi.

“Jadi, lima hari sekolah dan satu hari bermain. Kalau menurut saya, idealnya seperti itu. Tidak hanya lima hari sekolah, namun satu harinya lagi untuk istilahnya belajar di lapangan,” tukasnya.

Ia mengatakan selama lima hari siswa belajar di dalam kelas, sementara satu harinya diberikan keleluasaan untuk belajar di luar kelas, baik dengan kegiatan olahraga, rekreasi, maupun permainan.

“Ya, nanti kegiatan-kegiatan itu dikelola oleh sekolah. Jadi, lima hari sekolah dan satu hari bermain itu masih dalam satu bingkai kegiatan pembelajaran yang dikelola oleh sekolah,” kata Supriyadi.

Sebelumnya, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mewacanakan penerapan waktu belajar selama lima hari sekolah di wilayah tersebut untuk meningkatkan kualitas pertemuan anak dnegan orang tua masing-masing.

“Saya ‘kepengin’ sekolah itu menerapkan lima hari sekolah karena kualitas pertemuan mereka dengan orang tua itu kecil,” katanya.

Menurut Ganjar yang juga politikus PDI Perjuangan itu, setiap orang tua harus memperhatikan kualitas pertemuan dengan anak-anaknya di luar jam sekolah sehingga komunikasi antaranggota keluarga berjalan baik.

“Saya membayangkan kalau mereka bisa ‘weekend’ bareng orang tuanya maka komunikasi keduanya berjalan dengan baik,” katanya.

Di Jakarta, kata dia. sudah banyak sekolah yang menerapkan lima hari sekolah, sedangkan di Ibukota Provinsi Jawa Tengah baru beberapa sekolah yang sudah menerapkannya.

“Kalau ada anak yang bersekolah selama enam hari, saya ‘mesakne’ (kasihan, red.), contohnya anak saya sendiri,” katanya.

Rencananya, Ganjar akan mengomunikasikan rencana penerapan lima hari sekolah bagi para pelajar diJateng dengan sejumlah pihak terkait guna memperoleh masukan, sebab wacan itu memerlukan kajian khusus. (ant/BJ)