Home DPRD Kota Semarang DPRD : Program Penanganan Banjir Kota Semarang Dinilai Tak Jalan

DPRD : Program Penanganan Banjir Kota Semarang Dinilai Tak Jalan

585
Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

*Anggaran Ratusan Miliar, Terserap Hanya 20 Persen

Semarang, 22/10 (BeritaJateng.net) – Pemerintah kota Semarang telah menganggarkan ratusan miliar untuk program penanganan banjir di Kota Semarang. Namun serapan anggaran di APBD Kota Semarang 2015 ini tidak berjalan maksimal yakni kurang dari 20 persen saja.

Hal ini diutarakan anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Semarang Suharsono di Balaikota, Kamis.

Pihaknya menyayangkan tidak berjalannya program penanganan banjir di Dinas PSDA-ESDM Kota Semarang. Dari anggaran yang disiapkan, menurutnya yang terserap hingga bulan Oktober ini tak lebih dari 20 persen.

“Sangat menghawatirkan, dari anggaran Rp 102,8 miliar tercatat baru terserap sekitar Rp 17 miliar. Bahkan hingga kini belum ada program yang selesai. Bahkan bantuan provinsi pun tidak bisa terlaksana. Dikhawatirkan tahun-tahun depan provinsi tak lagi percaya untuk mengucurkan bantuan penanganan banjir di kota ini,” katanya.

Dikhawatirkan pula, jika datang musim hujan ancaman banjir bisa kembali jadi momok masyarakat. Padahal seharusnya bulan Oktober ini, pemerintah sudah siap akan ancaman banjir musim hujan.

“Titik-titik langganan banjir juga sudah harus tertangani. Kami dari DPRD berharap, masyarakat tak menjadi resah atas persoalan banjir. Kami akan meminta jaminan dari pemerintah, agar pengendalian banjir 2015 bisa teratasi dengan anggaran yang telah disiapkan,” tegasnya.

Pembenahan drainase primer-sekunder dan normalisasi sungai harus menjadi prioritas program pengendalian banjir di kota ini.

Sodri anggota Komisi C DPRD Kota Semarang mengatakan, selama ini, masalah pembenahan drainase, saluran, dan sungai yang saharusnya menjadi tanggung jawab Dinas PSDA-ESDM Kota dirasa belum banyak yang dirasa masyarakat. Padahal setiap tahun ketika musim hujan datang masyarakat Kota Semarang kerap berpersoalan dengan banjir dan rob.

“Persoalan banjir dan rob, selama ini banyak disebabkan oleh tak optimalnya sistem drainase dan fungsi sungai. Banyak sungai yang mengalami pendangkalan, serta sistem drainase yang buruk,” katanya.

Untuk permasalahan pembangunan yang sedang berjalan, seharusnya pembangunan jalan dan saluran harus sinkron.

Diakuinya, Dinas Binamarga Kota memang banyak melaksanakan kegiatan pembangunan dan perbaikan jalan. Hanya saja hal itu tak diimbangi kinerja di Dinas PSDA-ESDM dalam pembenahan saluran.

“Ada beberapa hal yang menjadi penyebab banjir dan rob di wilayah timur Kota Semarang. Di antaranya sistem drainase yang buruk dan pendangkalan saluran air, khususnya Sungai Tenggang dan Sungai Seringin. Pembangunan infrastruktur jalan di wilayah sana memang sudah berjalan baik, tapi butuh pembenahan sistem drainase agar saat hujan, air tak menggenangi jalan-jalan tersebut,” katanya. (bj)