Home DPRD Kota Semarang DPRD Menilai Sosialisasi Relokasi Pedagang Rancu

DPRD Menilai Sosialisasi Relokasi Pedagang Rancu

image

Semarang, 11/5 (BeritaJateng.net) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang menilai sosialisasi rencana relokasi pedagang Pasar Johar belum optimal sehingga menimbulkan kesimpang-siuran informasi.“Dinas Pasar harus menyosialisasikan kepada pedagang agar mereka tidak diombang-ambingkan dengan informasi yang tidak jelas,” kata Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi saat meninjau Pasar Johar Semarang, Senin (11/5).

Rombongan pimpinan DPRD Kota Semarang meninjau Pasar Johar Semarang pascakebakaran untuk melihat perkembangan penanganan yang dilakukan, termasuk berdialog dengan para pedagang untuk mendengar masukan.Bersama Supriyadi, tampak pula tiga Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, yakni Joko Santoso (Gerindra), Agung Budi Margono (PKS), dan Wiwin Subiyono (Demokrat), serta jajaran anggota DPRD Kota Semarang lainnya.

Menurut dia, tempat relokasi dalam bentuk semi permanen bagi pedagang Pasar Johar telah disepakati di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang dari rapat bersama jajaran muspida Kota Semarang.“Pembangunan tempat relokasi membutuhkan anggaran sekitar Rp31 miliar. Memang pembangunannya (tempat relokasi, red.) memerlukan waktu yang tidak pendek,” kata politikus PDI Perjuangan tersebut.

Yang terpenting sekarang ini, kata dia, pedagang harus dipikirkan kelangsungan hidupnya selama menunggu selesainya pembangunan tempat relokasi, salah satunya penyediaan tempat relokasi sementara.“Ya, untuk keseharian mereka kan harus tetap berdagang. Makanya, kan sudah disediakan tempat relokasi sementara dulu di Pasar Bulu dan Pasar Ikan Higienis (PIH) Rejomulyo. Ini harus disosialisasikan,” katanya.

Kalangan legislatif, tegas Supriyadi, akan mendorong percepatan penyelesaian pembangunan tempat relokasi yang direncanakan akan menempati luasan sekitar 10 hektare di kawasan MAJT Semarang.

Sementara itu, sejumlah pedagang tampak menandai Jalan Agus Salim di depan Pasar Johar dengan cat semprot karena mendengar informasi jika jalan di depan pasar itu digunakan sebagai tempat relokasi.“Ya, katanya di sini (Jalan Agus Salim, red.) mau dijadikan tempat relokasi. Daripada nanti tidak kebagian, saya tandai dulu,” kata Siti Romlah, pedagang aksesoris di Pasar Johar yang kiosnya ludes terbakar.

Pemilik kios aksesoris ‘Barokah’ itu mengakui kerugian yang dideritanya akibat kebakaran itu sekitar Rp200 juta, sementara adiknya yang juga membuka kios di sebelahnya merugi sampai Rp400 juta.Senada dengan itu, Sri Utami, pedagang buah di Pasar Johar yang ikut menandai Jalan Agus Salim sebagai ‘calon lapaknya’ mengaku hanya ikut-ikutan karena para pedagang lain melakukan hal serupa.“Tadi, teman-teman menandai karena mendengar Jalan Agus Salim jadi tempat relokasi, ya saya ikut. Namun, dari penjelasan dewan tadi ternyata relokasinya di MAJT. Ya, kalau kami ‘nurut’ saja,” katanya. (Bj05)