Home DPRD Kota Semarang DPRD Kota Semarang Sidak ke Pengolahan Limbah Tinja

DPRD Kota Semarang Sidak ke Pengolahan Limbah Tinja

Anggota DPRD Kota Semarang sidak di pengolahan limbah tinja
Anggota DPRD Kota Semarang sidak di pengolahan limbah tinja

Semarang, 22/1 (BeritaJateng.net) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang kembali melakukan inspeksi mendadak di Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Tambakrejo, Semarang.
Sidak kali ini dilakukan rombongan Panitia Khusus Rancangan Peraturan Daerah (pansus raperda) tentang Pengolahan Tinja DPRD Kota Semarang, yang dipimpin ketua pansus Nunung Sriyanto.
Rombongan pansus berkeliling areal IPLT Tambakrejo untuk melihat proses pengolahan limbah tinja, beserta fasilitas-fasilitas yang ada, seperti kolam penampungan, pengendapan dan pengeringan serta akses jalan menuju lokasi.
Menurut Ketua Pansus Raperda Pengolahan Tinja Nunung Sriyanto, sidak itu dilakukan untuk melihat langsung kondisi IPLT Tambakrejo yang menjadi sentra pengolahan tinja bagi warga Semarang.
“Ternyata, kondisinya kurang terawat, kolam-kolamnya juga kurang memadai, akses masuk ke instalasi ini juga susah. Artinya, masih banyak yang kurang terpelihara di IPLT ini,” katanya.
Politikus Gerindra tersebut mengatakan mestinya Pemerintah Kota Semarang memberikan perhatian penuh terhadap IPLT Tambakrejo sebagai satu-satunya instalasi pengolah limbah tinja yang dimiliki.
“Harusnya, kolam-kolam penampungan, pengendapan, dan pengeringan ini harus ditanggul secara rapi. ‘Lha’ kalau begini kan asal-asalan,” katanya, seraya menunjuk tembok pembatas kolam.
Ia mengatakan idealnya tembok pembatas kolam memiliki ketinggian 60 centimeter sampai 1 meter agar limbah tidak meluber, apalagi IPLT Tambakrejo berada di kawasan yang rawan terkena rob.
“Kami akan segera buatkan perda khusus tentang pengolahan limbah tinja. Nantinya, perhatian yang diberikan terhadap instalasi ini bisa dimaksimalkan. IPLT ini kan sangat penting,” kata Nunung.
Ketua Badan Legislasi DPRD Kota Semarang Suharsono yang juga ikut dalam sidak itu membenarkan pentingnya perda khusus tentang pengolahan limbah tinja, apalagi selama ini memang belum ada.
“Beberapa waktu lalu, kami dari baleg sudah ke sini (IPLT Tambakrejo). Kondisinya memprihatinkan. Sumber daya manusia (SDM)-nya juga terbatas,” kata anggota Pansus Raperda Pengolahan Limbah Tinja itu.
Sementara itu, Kepala UPTD IPLT Tambakrejo Semarang Suhadi mengapresiasi perhatian yang diberikan kalangan dewan untuk mengoptimalkan kinerja IPLT, melalui berbagai pembenahan fasilitas.
“Untuk pembangunan jalan di areal IPLT ini, sudah diangggarkan sekitar Rp500 juta dengan DED Rp50 juta dari APBD 2015. Meski dengan kondisi seperti ini, kami tetap mengupayakan kinerja secara maksimal,” pungkas Suhadi. (BJ05)