Home Ekbis DPRD Jateng : Perlu Standarisasi Tarif Hotel

DPRD Jateng : Perlu Standarisasi Tarif Hotel

tarif hotel

Semarang, 23/1 (BeritaJateng.net) – Tarif hotel di Jawa Tengah yang dinilai tidak memiliki standard membuat konsumen tidak bisa memprediksi harga kamar ketika akan menginap. Hotel berbintang di satu kota dengan lainnya saat ini sangat bervariasi, ada yang ditawarkan dengan harga tinggi namun ada juga yang dijual dengan harga rendah.

Anggota Komisi B DPRD Jawa Tengah Didiek Herdiana memandang perlu diterbitkannya pedoman harga hotel agar persaingan antar hotel bisa berjalan dengan positif dan tidak saling menjatuhkan.

“Harga kamar hotel bintang tiga bisa mencapai Rp 2 juta di Cilacap, sementara di Kota lain di Jawa Tengah ada yang dijual dengan harga cuma Rp 800 ribu, bahkan ada yang menerapkan promo sampai hanya Rp 300 ribu,” ungkap Didiek kepada BeritaJateng.net, Jumat (23/1).

Didiek membuat perbandingan dengan harga hotel di tempat lain seperti Bali dan Yogyakarta yang relatif lebih seragam dan bisa dibuat patokan bagi masyarakat yang akan menginap. Menurut Didiek, di Bali ada keseragaman tarif hotel berdasar kategorinya.

“Kalau di Bali kita bisa mengukur harga kamar sesuai dengan kemampuan kita. Misalnya kita memiliki anggaran satu juta, maka sudah bisa mendapat kamar di hotel bintang tiga atau empat. Kalau disini kita tidak bisa memprediksi,” ungkapnya.

Menurut Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini, Pemprov dan PHRI Jawa Tengah perlu duduk satu meja untuk merumuskan besaran tarif agar masyarakat memiliki gambaran yang jelas ketika akan menggunakan jasa hotel. Oleh karena itu pihaknya siap memfasilitasi kedua lembaga tersebut.

“Kalaupun harus diwujudkan dalam bentuk perda, kami siap menindaklanjuti,” pungkasnya. (BJ013)