Home DPRD Kota Semarang DPRD Dorong SMP 16 Terdampak Tol Semarang-Batang Segera Direlokasi

DPRD Dorong SMP 16 Terdampak Tol Semarang-Batang Segera Direlokasi

268
Tinjauan DPRD Kota Semarang ke SMP N16 Semarang.

Semarang, 4/12 (BeritaJateng.net) – Komisi D DPRD Kota Semarang mendorong proses relokasi bangunan SMPN 16 Semarang dipercepat. Hal ini mengingat sudah tiga tahun sejak proyek tol Semarang-Batang beroperasi, siswa SMPN 16 Semarang belajar dengan fasilitas seadanya.

Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, M Sifin Almufti mengatakan, sekitar 30 persen bagian sekolah yang terletak di Kecamatan Ngaliyan tersebut tergusur proyek strategis nasional.

Beberapa bagian sekolah yang sudah terkena proyek antara lain aula, ruang BK, ruang guru, ruang UKS, dan gerbang utama SMPN 16 dipindah ke samping. Ruang aula yang telah dibongkar juga membuat kegiatan siswa terganggu.

“Kami mendorong dinas terkait mengkomunikasikan dengan Kemendikbud agar persoalan SMPN 16 ini mendapatkan penyelesaian relokasi di tempat yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan SMPN 16,” katanya.

Menurut Sifin, berkurangnya lahan dan posisi yang sangat dekat dengan jalan tol, kurang efektif untuk proses kegiatan belajar mengajar (KBM).

“Problemnya adalah dengan berkurangnya sarana menyebabkan kegiatan-kegiatan jadi terganggu dan kebisingan proyek juga berimbas kepada kesehatan mereka,” jelasnya.

Karena itu, politikus PKS ini mendorong dan mendukung berbagai upaya yang dilakukan Dinas Pendidikan (Disdik) untuk mempercepat relokasi tersebut.

“Hal itu agar mendapatkan solusi yang baik dan pada akhirnya pembelajaran anak-anak kembali seperti semula,” tambahnya.

Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo mengatakan, Disdik Kota Semarang memang harus membuat kajian terkait SMPN 16 Semarang ini untuk disampaikan kepada Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“SMP 16 ini hanya kena sekitar 30 persen. Sehingga, pihak satker tidak bisa mengganti. Oleh karena itu, Disdik buat kajian, minta rekomendasi ke Kemendikbut, nanti akan muncul rekomendasi Kementrian Keuangan dan PUPR,” jelasnya.

Ia menandaskan, akan terus mengawal hingga terealisasi pengadaan tanah dan pembangunan SMPN 16 Semarang.

Sementara itu, Kepala Disdik Kota Semarang, Gunawan Saptogiri menuturkan, kajian sisa lahan SMPN 16 Semarang dari sisi lingkungan dan lalu lintas sudah dilakukan.

“Kalau dipaksakan untuk pembelajaran memang bisa tetapi berdasar hasil kajian harus dipindahkan karena kualitas udara dan debu tidak sehat. Secara lalu lintas juga harus berpindah karena berhimpitan dengan jalan tol,” terang Gunawan.

Rencananya, ia akan menyampaikan hasil kajian tersebut kepada Kemendikbud pekan depan agar segera ditindaklanjuti oleh pusat. (El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here