Home DPRD Kota Semarang DPRD : Dianggap Gagal, Pembangunan Pasar Bulu Jadi Pembelajaran Proyek Pasar Peterongan

DPRD : Dianggap Gagal, Pembangunan Pasar Bulu Jadi Pembelajaran Proyek Pasar Peterongan

137
0
Pasar Peterongan
Pasar Peterongan

Semarang, 21/6 (BeritaJateng.net) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang menegaskan pembangunan Pasar Bulu harus menjadi pembelajaran untuk proyek-proyek pembangunan pasar berikutnya.

“Kita semua bisa belajar dari Pasar Bulu. Pembangunan Pasar Bulu Semarang kan terkatung-katung sampai tiga tahun,” kata anggota Komisi B DPRD Kota Semarang Ari Purbono saat di hubungi via phone.

Menurut politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, pembangunan Pasar Bulu ketika itu menggunakan tahun anggaran jamak, dalam artian dianggarkan dalam beberapa kali tahun anggaran.

Makanya, kata dia, proyek pembangunan pasar sekarang ini mulai dianggarkan dalam satu kali tahun anggaran agar lebih efisien dan tidak molor, termasuk pembangunan Pasar Peterongan.

“Namun, tidak cukup di situ. Banyak pembelajaran lain yang harus diperhatikan, seperti relokasi pedagang. Kondisi tempat relokasi bagi pedagang harus diupayakan sama seperti sebelumnya,” katanya.

Ia mengatakan para pedagang pasti akan mau direlokasi jika tempat relokasi yang disediakan kondisinya tidak jauh ketika berdagang di pasar, seperti tempatnya ramai dan representatif.

Dalam pelaksanaan pembangunannya, kata dia, konsep pembangunan Pasar Peterongan harus sesuai dengan DED (design engineering detail), apalagi ada bangunan bersejarah di pasar tersebut.

Ari menegaskan pembangunan Pasar Peterongan jangan sampai mengusik keberadaan bangunan bersejarah di pasar tersebut sehingga dalam waktu dekat akan mengundang berbagai pihak terkait.

“Kami belum tahu persisnya bagaimana. Apakah bangunan bersejarah di situ ikut dibongkar. Kalau benar dibongkar, ya, jelas disayangkan. Dinas Pasar akan segera kami undang ke sini,” katanya.

Komisi B DPRD Kota Semarang, tegas Ari, juga akan mengundang para pedagang dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk mendengarkan masukan dalam pelaksanaan pembangunan Pasar Peterongan.

“Yang jelas, Pasar Peterongan ini sudah kami agendakan pembahasannya, setelah Pasar Johar Semarang. Kami akan segera mengundang pedagang, Dinas Pasar, dan berbagai pihak terkait,” pungkasnya. (Bj05)