Home News Update DPRD Desak Organda Turunkan Tarif Angkutan

DPRD Desak Organda Turunkan Tarif Angkutan

angkutan umum

Semarang, 21/1 (BeritaJateng.net) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang Wachid Nurmiyanto mendesak Organisasi Angkutan Darat (Organda) setempat segera menurunkan tarif angkutan umum.

“Kebijakan pemerintah kan harga bahan bakar minyak (BBM) sudah turun. Harusnya tarif angkutan umum menyesuaikan, ikut turun,” kata politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu di Semarang, Rabu.

Menurut dia, Pemerintah Kota Semarang semestinya sesegera mungkin melakukan koordinasi dengan dinas terkait, seperti Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) dan Organda.

Ia mengatakan sikap Organda yang belum mau menurunkan tarif angkutan umum meski harga BBM di pasaran sudah mengalami penurunan kembali terkesan seperti tindakan yang mencari enaknya sendiri.

“Kalau sekarang harga BBM turun, ya tarif angkutan umum harus diturunkan. Kalau besok misalnya harga BBM naik lagi, ya, dinaikkan lagi tarifnya. Pokoknya terus menyesuaikan,” tukas Wachid.

Kalau Organda menaikkan tarif ketika harga BBM naik, tetapi setelah harga BBM mengalami penurunan tidak melakukan penurunan tarif, kata dia, tentu suatu tindakan yang tidak “fair”.

Melihat ketidakstabilan harga BBM seperti sekarang ini, anggota Komisi C DPRD Kota Semarang itu mengatakan Pemkot Semarang harus meningkatkan kualitas pelayanan transportasi umum untuk masyarakat.

“Bahkan, kalau perlu armada BRT (bus rapid transit) Trans Semarang ditambah jumlah armadanya untuk melayani masyarakat di bidang transportasi. Itu kan transportasi massal,” tukasnya.

Sebelumnya, Ketua Organda Kota Semarang Wasi Darono mengakui sejauh ini belum ada penurunan tarif angkutan kota di wilayah itu meski harga BBM sudah kembali mengalami penurunan.

“Terus terang, kami bingung. Bingungnya begini, harga BBM memang sudah turun lagi, tetapi kebutuhan operasional, perawatan kendaraan, harga suku cadang di pasaran belum turun,” katanya.

Persoalannya, kata dia, harga BBM bukan satu-satunya faktor penurunan tarif angkutan karena banyak faktor-faktor lain yang sama-sama penting, seperti ongkos operasional dan harga suku cadang kendaraan.

“Kalau harga barang-barang lain untuk operasional masih belum bergerak turun, kami sulit untuk menurunkan tarif. Benar, pengoperasian angkutan bergantung BBM, namun komponen lainnya kan juga penting,” katanya. (Ant/BJ)