Home Lintas Jateng DPR RI Beri Simpati Kepada Guru Joko

DPR RI Beri Simpati Kepada Guru Joko

650
0
Direktur PSMK Kemendikbud RI, Muhammad Bachrun (tengah, Batik) saat mengunjungi SMK NU 03 Kaliwungu.  

      KENDAL, 22/11 (BeritaJateng.net) — Kejadian  buli yang menimpa Joko Susilo, Guru SMK NU 03 Kaliwungu yang dilakukan oleh lima siswanya sendiri menuai banyak simpati dan keprihatinan. Terutama kalangan pengamat dan praktisi pendidikan yang menyayangkan tindakan siswa dengan mencoba memukuli guru yang sedang mengajar dalam kelas.

       Rasa simpati dan prihatin salah satunya datang dari Anggota DPR RI Komisi XI bidang Pendidikan, Pemuda, Olaharaga dan Pariwisata, Mujib Rohmat. Ia mengaku sangat prihatin dengan kejadian buli yang menimpa guru SMK NU 03 Kaliwungu, Joko Susilo.

       “Pertama saya prihatin karena ini terjadi di daerah kelahiran saya. Kedua, saya prihatian karena karena juga terjadi pada sekolah berbasis agama. Dimana sedianya mengedepankan nilai-nilai moral yakni sopan santun, budi pekerti dan akhlak,” katanya.

        Makanya ia meminta supaya sekolah lebih menekankan lagi kepada siswanya tentang pendidikan karakter. “Jangan sampai kejadian serupa terulang lagi,” tandasnya.

        Kepada guru Joko, Mujib mengatakan jika ia adalah guru yang baik. Bahkan ia sudah berbesar hati memaafkan  lima siswanya tersebut. “Saya salut tapi juga prihatin, orang dan guru sebaik itu tapi justru disepelekan sama muridnya sendiri,”  kata Mujib yang juga Anggota MPR RI.

      Makanya ia meminta agar sekolah memberikan pendampingan khusus kepada lima siswa yang terlibat dalam ajang buli kepada Joko Susilo. Yakni dengan membangkitkan rasa sopan santun, tata krama, budi pekerti agar mereka tidak mengulangi lagi perbuatannya kepada siapapun.

         “Mereka harus dibangkitkan lagi kepercayaannya dirinya. Sehingga jangan sampai gara-gara kejadian tersebut mereka jadi tidak percaya diri,”  katanya.

        Menurutnya, atas kejadian tersebut lima siswa tersebut telah menuai banyak buli juga dari netizen di media sosial. Bahkan lima siswa tersebut khawatir jika ijazah yang mereka miliki nantiya tidak laku karena prilakunya tersebut.

        Sementara Kepala Sekolah SMK NU 03 Kaliwungu, Muhaidi mengaku pihaknya memiliki semangat untuk memperbaiki sekolahnya agar lebih baik. “Banyak motivasi yang kami terima, akan kami terapkan sehingga sekolah kami bisa lebih baik dan berkualitas sehingga diminati masyarakat dan perusahaan,” ucapnya.

        Sementara Joko Susilo mengaku mengucapkan banyak terima kasih kepada pada seluruh yang simpati terhadapnya. “Terus terang saya malu atas kejadian ini.  Semoga kedepan bisa lebih baik,” kata Joko. (sty/El)