Dosier Kota Lama Berubah Dari Kosmopolitan Jadi Legenda Jalur Bisnis Gula Dunia

    783
    0
    Ketua BPK2L Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu atau yang akrab disapa Mbak Ita.

    Semarang, 2/10 (BeritaJateng.net) – Arsip atau dokumen sejarah dosier Kawasan Kota Lama Semarang telah menjalani proses penyusunan di Belanda. Namun, arsip yang sebelumnya bertemakan tentang kosmopolitan tersebut kembali mengalami refisi besar-besaran.

    Pasalnya, keputusan itu diambil paska digelarnya workshop yang dihadiri perwakilan Pemkot Semarang, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, PBB dalam hal ini Unesco dan steakholder terkait di Belanda. Pihak Unesco menginginkan jika sejarah Kota Lama dosiernya di titik beratkan pada jejak sejarah jalur gula yang pernah menjadi legenda penting di Kawasan Kota Lama Semarang.

    “Kita akan kembalikan dan menitik beratkan arsip dosier pada jejak sejarah jalur gula yang ada di Kawasan Kota Lama Semarang sesuai dengan arahan dan keinginan dari Unesco untuk menyambut penetapan Kawasan Kota Lama yang akan ditetapkan sebagai World Herritage di Tahun 2020 mendatang,” tegas Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BP2KL) Hevearita Gunaryanti Rahayu.

    Perempuan yang akrab disapa Mbak Ita ini menjelaskan, pertimbanganya penerapan tema dosier Kawasan Kota Lama Semarang sebagai jejak sejarah jalur gula salah satunya akan menjadi ikon sejarah Kota Lama yang lain dibanding kota-kota lainya.

    “Ini supaya menjadi ciri khas, pengingat, sekaligus sebagai pembeda sejarah, makna dan nilai-nilai keluhuran budaya yang ada di Kawasan Kota Lama dibanding dengan kota-kota lainya. Termasuk, sebagai pembeda,” jelasnya.

    Maka dari itu, Ita menyampaikan tidak menutup kemungkinan, dosier yang telah disusun direvisi besar-besaran dan disusun kembali sebagai prasyarat ditetapkannya Kawasan Kota Lama sebagai World Herritage oleh Unesco. Dalam proses ulang revisi dosier nanti, akan dimasukan, sejarah keterkaitan beberapa sentra, industri dan pabrik-pabrik gula di Jawa Tengah yang berkaitan dengan jejak sejarah jalur bisnis gula di Kawasan Kota Lama Semarang.

    “Tidak menutup kemungkinan, kita juga akan memasukan beberapa perjalanan dan sejarah beberapa pabrik-pabrik gula di Jawa Tengah seperti pabrik gula di Colomadu Klaten, pabrik gula Cepiring Kendal serta pabrik-pabrik gula lainya untuk dimasukan ke arsip dosier sejarah legenda Kawasan Kota Lama Semarang,” pungkas istri Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jateng Alwin Basri ini.

    Meski demikian, pihaknya optimis Kawasan Kota Lama Semarang akan ditetapkan menjadi World Herritage di Tahun 2020 nanti, harus menempuh perjalanan dan perjuangan mulai dari perbaikan-perbaikan infrastruktur, penyusunan dokumen sejarah dosier Kawasan Kota Lama harus di revisi ulang besar-besaran.

    Diharapkan, penetapan sebagai World Herritage ini nanti menjadikan Kawasan Kota Lama Semarang sebagai peninggalan sejarah perjalanan jalur bisnis gula di dunia dan menjadi obyek wisata andalan Kota Semarang, Jawa Tengah dan Indonesia pada umumnya. (El)