Home Headline Doni Munardo Sangat Kawatir Peserta Demo UU Cipta Kerja Tularkan Covid-19 di...

Doni Munardo Sangat Kawatir Peserta Demo UU Cipta Kerja Tularkan Covid-19 di Lingkungannya

117

JAKARTA, 12/10 (Beritajateng.net) – Merebaknya aksi demonstrasi menolak Undang Undang Cipta Kerja Omnibus Law yang dilakukan Buruh dan Mahasiswa serta pelajar membuat kawatir Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Munardo. Kekawatiran ini dilandasi tidak dilaksanakannya Protokol Kesehatan oleh peserta demo.

“Saya sangat kawatir terhadap kondisi ini. Mereka tidak menjaga jarak dan tidak mengenakan masker,” ungkapnya dalam Diskusi Webinar dengan Media Massa yang juga dihadiri oleh Menko Perekonomian Erlangga Hartarto, Wakapolri Gatot Edy Pramono dan KASAD Andika Perkasa, Senin (12/10).

Doni Munardo menjelaskan peserta demo yang berjubel dan tidak mengindahkan protokol kesehatan sangat mungkin tertular Covid-19 dari sesama peserta demo. Walaupun kondisi imunitasnya tinggi mereka bisa menularkannya terhadap orang orang yang berada di lingkungan sehari hari.

“Bisa saja mereka tidak merasa sakit tetapi akan membawa virus tersebut dan menularkannya terhadap orang tua atau saudara dan teman yang rentan seperti lansia dan Komorbit,” katanya.

Sebagaimana diketahui, lanjut Doni, dari data yang ada sebanyak 80 – 85 persen kematian yang diakibatkan oleh Covid-19 menimpa kelompok rentan yakni lansia dan Komorbit atau mereka yang memiliki penyakit bawaan seperti Diabetes, Jantung, Hipertensi dan Paru Paru.

Sehubungan dengan hal tersebut Doni Minta agar masyarakat tidak melakukan kerumunan yang dinilai sangat fatal akibatnya dalam menghambat penyebaran Covid-19 di Indonesia. Pria yang sudah 7 bulan berjibaku memimpin penanganan Covid-19 ini menyarankan agar masyarakat yang tidak setuju dengan UU Cipta Kerja menyampaikan keberatannya melalui saluran yang ada.

“Saya minta hindari kerumunan, gunakan saluran saluran yang ada misalnya ke MK,” bebernya.

Menko Perekonomian Erlangga Hartarto pada kesempatan tersebut mengatakan, pemerintah pusat sedang menyiapkan Vaksin sebanyak 160 juta yang diperkirakan bisa diberikan kepada masyarakat mulai awal tahun depan.

“Kami optimis awal tahun sudah bisa diberikan secara bertahap vaksin yang seluruhnya berjumlah 160 juta,” bebernya.

Pada kesempatan tersebut Erlangga juga menyampaikan bahwa Indonesia berada di lima besar negara yang berhasil menyeimbangkan antara proses penanganan Covid-19 dengan pemulihan ekonomi masyarakat.

“Kita berada di lima besar negara negara di dunia. Walaupun begitu saya berharap setelah vaksin diluncurkan kita start dengan target netral atau diangka nol,” katanya.

(NK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

16 − ten =