Home Headline Divonis Tiga Tahun, Mantan Bupati Kendal Tidak Ditahan

Divonis Tiga Tahun, Mantan Bupati Kendal Tidak Ditahan

Mantan Bupati Kendal yang divonis 3 tahun penjara tapi tidak ditahan.

nur-markesi

Semarang, 9/2 (BeritaJateng.net) – Mantan Bupati Siti Nurmarkesi tidak ditahan usai diputus bersalah dan dijatuhi hukuman tiga tahun penjara dalam perkara korupsi bantuan sosial Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Usai menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semaranh, Senin, mantan orang nomor satu di Kabupaten Kendal tersebut langsung meninggalkan lokasi bersama para kerabatnya.

Selama menjalani persidangan, Nurmarkesi memang tidak ditahan oleh kejaksaan maupun pengadilan.

Perintah untuk tidak menahan Nurmarkesi tersebut tersurat dalam amar putusan majelis hakim yang diketuai Gatot Susanto.

Hakim Ketua Gatot Susanto tidak memerintahkan terdakwa untuk ditahan usai pembacaan putusan.

Dalam putusan tersebut, menurut Gatot, terdapat perbedaan pendapat oleh salah satu hakim berkaitan dengan perintah penahanan tersebut.

“Terdapat ‘dessenting opinion’ olah hakim anggota dua berkaitan dengan penahanan ini,” kata Gatot.

Dalam putusannya, hakim tidak menjelaskan alasan tidak ditahannya terdakwa yang dijatuhi hukuman tiga tahun penjara itu.

Sementara itu, atas putusan hakim itu, Siti Nurmarkesi menyatakan akan mengajukan banding.

“Atas putusan ini, saya menyatakan mengajukan upaya hukum lanjutan yakni banding,” katanya.

Menurut dia, banding tersebut dilakukan karena dirinya merasa dizalimi dalam perkara ini.

Sebelumnya, Mantan Bupati Kendal Siti Nurmarkesi dijatuhi hukuman tiga tahun penjara dalam perkara korupsi bantuan sosial Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, pada 2010.

Hukuman yang dibacakan Hakim Ketua Gatot Susanto dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa selama enam tahun.

Dalam putusannya, hakim juga mewajibkan terdakwa membayar denda sebesar Rp100 juta yang jika tidak dibayar akan diganti dengan hukuman kurungan selama dua bulan. (ant/BJ)