Home Headline Divonis Hakim 6 Bulan, 9 Terdakwa Penganiaya Taruna Akpol Bebas dari Tahanan

Divonis Hakim 6 Bulan, 9 Terdakwa Penganiaya Taruna Akpol Bebas dari Tahanan

224
0
Divonis Hakim 6 Bulan, 9 terdakwa penganiaya Taruna Akpol Bebas dari Tahanan
           Semarang, 17/11 (BeritaJateng.net) – Majelis hakim Pengadilan Negeri Semarang, memvonis enam bulan penjara terhadap 9 dari 14 terdakwa penganiyaan taruna Akpol. Mereka terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana pasal 170 ayat 1 KUHP.
           “Menjatuhkan pidana oleh karena itu dengan pidana enam bulan penjara,” kata ketua majelis Hakim Casmaya, membacakan amar putusan, Jumat (17/11).
            Dalam memutuskan Hakim juga mempertimbangkan hal memberatkan serta meringankan sebagai bahan keputusan. Seluruh unsur dalam pasal tersebut telah terbukti. Karenanya, para terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti melakukan tindak pidana sesuai pasal dimaksud.
           Para terdakwa, kata hakim, terbukti tidak melakukan penganiayaan secara langsung kepada korban Brigdatar Muhammad Adam.
            “Penganiayaan hingga Adam meninggal dunia tidak dilakukan oleh para terdakwa. Selain itu, ibu kandung korban (taruna II) juga telah memaafkan dan menyerahkan proses hukum ke institusi Akpol,” kata  hakim.
             Vonis yang dijatuhkan hakim sendiri lebih rendah 1 tahun ketimbang tuntutan jaksa yang meminta 1,5 tahun penjara.
            “Sementara hal memberatkan perbuatan terdakwa yakni merusak nama baik institusi Akpol,” tambah hakim
            Sembilan terdakwa ini antara lain Joshua Evan Dwitya Pabisa, Reza Ananta Pribadi, Indra Zulkifli Pratama Ruray, Praja Dwi Sutrisno, Aditia Khaimara Urfan, Chikitha Alviano Eka Wardoyo, Rion Kurnianto, Erik Aprilyanto, dan Hery Avianto.
Suasana haru terasa usai putusan sidang 9 terdakwa penganiaya taruna akpol dibacakan.

Vonis enam bulan, 9 terdakwa akan terbebas dari tahanan. Pasalnya mereka ditahan sejak 21 Mei 2017.

           Sementara itu Kuasa hukum terdakwa, D. Djunaedi, mengatakan, pihaknya menghormati putusan majelis hakim.
            “Apapun yang diputuskan majelis hakim itu merupakan usaha maksimal. Kami mengucapkan terima kasih, patur bersyukur karena nurani hakim di negeri ini masih ada,” kata Djunaedi.
            Meski demikian, kedua belah pihak masih memilih untuk pikir-pikir terlebih dulu. Hakim pun memberikan waktu 7 hari untuk menentukan sikap.
            Usai pembacaan vonis, suasana haru nampak menyelimuti ruang sidang di Pengadilan Negeri Semarang. Tangis keluarga pecah saat berpelukan dengan masing-masing terdakwa taruna Akpol. Sembilan terdakwa juga terlihat mengabadikan momen di dalam ruang sidang. Selanjutnya mereka dibawa menggunakan mobil tahanan untuk menyelesaikan berkas. (Nh/El)