Home News Update Distribusi Daging Kurban Dibagi Merata

Distribusi Daging Kurban Dibagi Merata

Idul Adha

Semarang, 23/9 (BeritaJateng.net) –
Sejumlah masjid di kota Semarang sudah melakukan pemotongan hewan Qurban. Diantaranya Masjid Mujahidin di Jalan Tentara Pelajar dan Masjid At-Taqwa di Jalan Wonodri Baru.

Takmir Masjid Mujahidin, Ali Mustamidi mengungkapkan jika di Masjid yang dikelolanya menerima hewan Qurban sebanyak 6 ekor sapi. Semua hewan qurban didistribusikan merata di daerah Cinde, Tentara Pelajar, Nangka dan Durian.

“Terus terang kami tidak membagi girik, dengan alasan agar sampai tepat sasaran,” ujar Ali di Masjid Mujahidin, Rabu (23/9) siang.

Para pengqurban kebanyakan dari luar daerah Semarang, lanjutnya. Hanya saja penyalurannya di sekitar Tentara Pelajar ini. Mengantisipasi adanya orang-orang yang mengantre supaya dapat daging qurban, pihak panitia tidak serta merta memberi.

“Kalau ada pasti dikasih, tetapi sesudah pembagian selesai semua sesuai yang ada di dalam data penerima daging qurban,” imbuh Ali.

Begitu juga di Masjid At-Taqwa belakang RS Roemani Semarang. Tarno, selaku Ketua Pelaksana Shalat Idul Adha 1436 H dan pemotongan hewan qurban mengatakan hewan qurban didistribusikan kepada masyarakat sekitar dan pemberi hewan qurban. Bedanya panitia di Masjid At-Taqwa masih menggunakan girik atau kartu serta ada juga yang langsung diberikan kepada warga.

“Ada 4 ekor lembu dan 7 ekor kambing yang dibagi kedalam 500-600 paket semuanya diserahkan kepada warga. Sudah dikoordinir melalui masing-masing ketua RT,” papar Tarno.

Sistem di Masjid At-Taqwa ini pemberi hewan qurban memberikan sejumlah uang untuk dibelikan sapi. Namun ada juga yang langsung memberikan hewan qurban berupa kambing.

“Ada warga dari Jakarta yang dulunya pernah tinggal di daerah sini. Kemudian dia memberikan dalam bentuk uang yang cukup untuk 1 ekor kambing. Akhirnya, panitia menghimpun tujuh orang supaya dapat membeli 1 ekor sapi dari uang tersebut,” ungkapnya.

Dengan ibadah qurban ini, Ali Mustahidi menjelaskan jika semua warga muncul kerjasamanya.

“Dari yang tadinya jarang ke Masjid menjadi terlihat, masyarakat lebih guyup dan tujuan dari qurban itu sendiri bisa tercapai,” pungkasnya. (BJT01)