Home Kesehatan Dispertan Semarang Sidak Pedagang Hewan Qurban Jelang Hari Raya Idul Adha

Dispertan Semarang Sidak Pedagang Hewan Qurban Jelang Hari Raya Idul Adha

385
0
      SEMARANG, 16/8 (BeritaJateng.net) – Menjelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Semarang menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke para pedagang hewan kurban, Rabu (15/8). Dalam sidak, petugas Dispertan menemukan sejumlah hewan qurban yang belum layak untuk di jual.
      Dalam sidak yang dilakukan di tempat penjualan hewan qurban di kawasan Jalan Jolotundo, tepatnya selatan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Dispertan mendapati enam ekor kambing yang belum layak dijadikan hewan qurban lantaran belum powel atau belum berusia dua tahun.
       “Masih ada kambing yang belum layak karena belum powel. Mungkin bisa dijual untuk yang lain, kalau untuk qurban belum boleh,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Wahyu Permata Rusdiana, usai sidak.
       Rusdiana menambahkan, untuk kambing yang layak dijual sebagai hewan qurban harus memenuhi beberapa kriteria. Kriteria itu antara lain, kulitnya halus, memiliki fisik bagus, cukup umur atau lebih dari dua tahun, serta tidak cacat.
       “Yang terpenting juga harus mengantongi izin kesehatan dari tempat asal. Kalau ada suratnya baru diizinkan dijual di Semarang,” beber Rusdiana.
       Terkait temuan kambing yang belum layak dijual sebagai hewan qurban, Rusdiana mengharapkan kepada para pedagang untuk bisa memberikan info secara transparan kepada pembeli. Sehingga jangan sampai konsumen mendapatkan hewan yang belum layak sebagai hewan kurban.
       “Ini sudah kita antisipasi. Begitu kita temukan, kita berikan penyuluhan untuk tidak dijual sebagai hewan kurban. Jadi pembeli harus diberi info yang sesuai dengan syariat islam dan syarat Aman Sehat Utuh dan Halal (ASUH), kami harapkan konsumen juga jeli ketika memilih hewan kurbannya,” ucapnya.
         Sementara terkait hewan qurban jenis sapi, Rusdiana mengklaim selama menggelar pemeriksaan tidak menemukan sapi yang bermasalah. Seluruh sapi yang dijual di Semarang, menurut Rusdiana layak dijual. Selain itu, hingga saat ini pihaknya juga tidak menemukan adanya sapi pemakan sampah yang dijual sebagai hewan qurban.
       “Untuk pengecekan hewan qurban, kami sudah menerjunkan 60 petugas di 16 kecamatan. Mereka sudah melalukan inspeksi sejak dua pekan lalu dan lebih intensif dalam sepekan terakhir. Selama inspeksi tidak ditemukan sapi yang tidak layak,” pungkasnya.
       Salah satu pedagang hewan qurban di Jalan Jolotundo, Zainuri, mengaku tetap akan menjual seluruh kambing miliknya. Meski pun dalam sidak yang digelar Dinas Pertanian kambingnya dinyatakan tidak layak dijadikan hewan qurban karena belum powel.
       “Tetap akan saya tawarkan ke pembeli. Kalau pembeli minta kambing yang powel ya saya kasih sesuai permintaan. Pilihannya kan banyak,” ujar Zainuri.
        Zainuri berdalih sesuai hadits kambing yang boleh dijadikan hewan qurban adalah yang cukup umur. Atas dasar itu, dirinya pun bersikukuh seluruh kambingnya layak jual karena sudah cukup umur. (El)