Home Ekbis Disperindag Lakukan Pembinaan Kepada Para Pelaku Usaha di Kota Semarang

Disperindag Lakukan Pembinaan Kepada Para Pelaku Usaha di Kota Semarang

Kepala Disperindag kota Semarang Nurjanah melihat aktifitas di Balai Pengembangan SDM dan IKM.

Semarang, 28/3 (BeritaJateng.net) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kota Semarang menggandeng BPPT, Bea cukai Semarang, BPS dan Kadin Jateng memberi pembinaan kepada para pelaku usaha industri di Kota Semarang.

Bina pelaku usaha industri bertajuk ‘Mendorong perkembangan ekonomi lokal berdaya saing global’ diselenggarakan di Balai Pengembangan SDM dan IKM Disperindag Kota Semarang, Senin (28/3).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kota Semarang, Nurjanah mengatakan, pemerintah kota Semarang melalui dinas perindustrian dan perdagangan mulai membuka diri kepada para pelaku usaha untuk mengembangkan sektor usaha industri. Salah satu upayanya yakni merangkul semua pelaku usaha dalam program pemerintah, mempermudah izin dan memfasilitasi para pelaku usaha.

Kepala Disperindag Kota Semarang Nurjanah melihat proses bordir dengan mesin di Balai Pengembangan SDM dan IKM Disperindag.
Kepala Disperindag Kota Semarang Nurjanah melihat proses bordir dengan mesin di Balai Pengembangan SDM dan IKM Disperindag.

“Saat ini kami tengah menggenjot produk berlabel lokal agar dapat berdaya saing global,” katanya.

Menurutnya, memasuki Masyarakat Ekonomi Asean (MAE), pelaku usaha diharapkan dapat berinovasi dan berkreativitas serta meningkatkan kualitas produknya.

Ia menjelaskan, kota Semarang sebagai ibu kota Jawa Tengah memiliki sebanyak 3.577 unit industri yang terdiri dari 2.710 industri kecil, 698 industri menengah dan 169 industri besar yang berada di sembilan kawasan industri di kota Semarang. Potensi tersebut sangat memungkinkan bagi kota Semarang untuk berkembang dan maju dalam sektor ekonomi.

“Kegiatan pembinaan usaha industri akan kami lakukan bergulir, sehingga pemkot Semarang dapat menerima masukan dan saran dari pelaku usaha yang akan berguna sebagai bahan mengambil kebijakan pemerintah kota Semarang,” imbuh Nurjanah. (Bj05)