Home Headline Diskominfo Jateng Libatkan Milenial Sosialisasi Prokes

Diskominfo Jateng Libatkan Milenial Sosialisasi Prokes

248
Kadiskominfo Prov. Jateng, Riena R.

Semarang, 27/11 (BeritaJateng.net) – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Tengah menggandeng milenial, influencer, pewarta hingga blogger untuk mensosialisasikan protokol kesehatan kepada masyarakat. Hal ini dilakukan lantaran, penerapan protokol kesehatan masyarakat di Jawa tengah dinilai belum maksimal.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa tengah, Riena Retnaningrum mengatakan, penerapan protokol kesehatan sebagai adaptasi kehidupan baru masyarakat perlu didorong. Salah satunya dengan melibatkan para kaum muda di Jawa tengah.

“Masyarakat harus disadarkan bahwa pandemi masih ada, terutama upaya kami dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan. Terutama pakai masker, cuci tangan dengan benar, dan paling sulit dilakukan yakni jaga jarak,” tutur Riena usai kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan PWI Jateng di Dafam Hotel Semarang, Kamis (26/11).

Untuk itu, lanjut Riena, dengan melibatkan berbagai stakeholder, ia berharap masyarakat bisa mematuhi protokol kesehatan.

Tak hanya itu, upaya Diskominfo dalam menekan angka Covid-19 di Jawa tengah yakni dengan memaksimalkan website dan sarana publikasi. “Kami juga memiliki website Corona.jatengprov.go.id., dari website tersebut, masyarakat bisa melihat secara langsung data terkait penanganan, bantuan sosial hingga hotline tanggap Covid-19 Jawa tengah. Semuanya lengkap,” kata Riena.

Riena menambahkan, berbagai upaya dilakukan Diskominfo Provinsi Jawa Tengah, mulai dengan menggalakan Jogo tonggo yang muaranya bisa menjadi jogo pasar, jogo kantor, jaga wisata dan lain sebagainya. Inovasi website jogo tonggo bahkan berhasil menyabet penghargaan dari Kementerian Kominfo Republik Indonesia.

“Intinya kami butuh rekan pewarta dan semua pihak untuk mensosialisasikan protokol Kesehatan karena kami di Diskominfo bertugas di informasi publik, sehingga kami perlu menggandeng semua pihak,” tutup Riena. (El)