Home DPRD Kota Semarang Disidak Dewan, Rekanan Pasar Simongan Targetkan Proyek Rampung 20 Januari

Disidak Dewan, Rekanan Pasar Simongan Targetkan Proyek Rampung 20 Januari

849
0
Kondisi Pasar Simongan yang baru mencapai progress 52 persen sehingga dipastikan tidak akan rampung pada akhir tahun ini karena masih banyak pekerjaan yang terbengkalai. 

Semarang, 9/1 (BeritaJateng.net) – Seluruh proyek pekerjaan di Kota Semarang tahun 2017 harusnya sudah selesai akhir Desember lalu. Namun diketahui terdapat beberapa pekerjaan yang hingga kini masih berjalan meski waktu kontraknya sudah selesai.

Satu di antaranya yaitu pembangunan Pasar Simongan Semarang. Proyek yang menggunakan anggaran Pemerintah Pusat senilai Rp 5,45 miliar tersebut baru mencapai 80 persen.

“Saat ini progres pekerjaan sudah mencapai 80 persen lebih. Bangunan meliputi 20 kios, area dasaran dan tempat berjualan bagi pedagang,” kata pelaksana proyek dari PT Dinamika Persada Sehati, Widayat, saat menerima tinjauan Komisi B DPRD Kota Semarang, Senin.

Selain itu, Pasar Simongan nanti dilengkapi dengan fasilitas toilet dan drainase.
Dengan prosentase tersebut, Widayat yakin proyek akan selesai 100 persen pada 20 Januari ini dan bisa digunakan pedagang.

“Targetnya pembangunan pasar bisa selesai 20 Januari 2018. Saat ini terdapat 150 tenaga yang bekerja dengan sistem lembur,” jelasnya.

Diakuinya, pengerjaan Pasar Simongan terlambat dari kontrak seharusnya. Ia menerangkan, kendala keterlambatan terjadi karena telatnya produksi baja.

Sementara itu, Ketua Komisi B Kota Semarang Agus Riyanto Slamet menyayangkan pembangunan Pasar Simongan yang tidak selesai.

Kondisi itu menyebabkan para pedagang semakin lama di area pasar sementara yang terletak tidak jauh di pasar tersebut.

Padahal, proyek pembangunan pasar Simongan yang dimulai 18 Oktober 2017 itu seharusnya selesai pada 27 Desember 2017 yang lalu.

“Ini sangat disayangkan karena anggaran pembangunan pasar ini sekitar Rp 5,45 miliar dari pusat. Jadi sayang dananya tidak terserap semua dan harus dikembalikan sisanya,” katanya di lokasi proyek.

Agus menerangkan Pasar Simongan progresnya saat diputus kontrak ada di angka sekitar 57 persen. Menurutnya desain pasar tersebut kurang cocok karena di dalam pasar udaranya cukup panas.

“Di dalam pasar sendiri juga terkesan sempit dan udaranya terasa panas. Saya rasakan itu ketika mengecek sendiri di lokasi bersama rekan-rekan komisi B,” ucapnya.

Ia meminta kontraktor pelaksana bertanggungjawab menyelesaikan pembangunan pasar tersebut. Sehingga nasib para pedagang nantinya tidak terlunta-lunta terlebih ketika turun hujan. “Selanjutnya, kami ingin kontraktor ini diblacklist dari seluruh proyek di Kota Semarang,” jelasnya. (Bj/El)